
ILUSTRASI Gerbang Tol. Dok Jawa Pos
JawaPos.com - Calon pemudik yang akan memilih jalur darat via tol untuk menuju kampung halaman, diimbau untuk mengisi ulang kartu saldo E-Toll untuk membayar tol dengan cukup. Hal tersebut harus dilakukan untuk mengurangi kepadatan antrean di gerbang tol akibat pengisian ulang E-Toll yang cenderung memakan waktu.
Kebiasaan mengisi E-Toll pas-pasan dikatakan Ketua Umum Asosiasi Jalan Tol (ATI) Desi Arryani yang juga Direktur Utama Jasa Marga dapat menghambat arus lalu lintas. "E-Toll maksimalnya sudah Rp 2 juta. Jadi tolong tinggalkan kebiasaan isi Rp 100 ribu. Kalau kekurangan saldo, bapak ibu memberikan kontribusi kemacetan yang luar biasa," ungkapnya di konferensi pers di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (24/5).
Dirinya lebih jauh menjelaskan, saat ini jalan tol sudah tersambung dengan sangat panjang. Misalnya saja untuk tol Jakarta menuju Surabaya atau Probolinggo. Saldo sebanyak Rp 2 juta dikatakannya sudah cukup untuk bolak-balik Jakarta - Surabaya atau Probolinggo. Maka dari itu dia menyarankan agar meninggalkan kebiasaan mengisi e-toll hanya Rp 100 ribu layaknya rute yang pendek.
"Bayangkan, dulu saat hanya memberikan kembalian saja sudah antre. Apalagi isinE-Toll yang pakai ngobrol, top-up dan lain-lain. Bayangkan sedikit saja gangguan itu, berapa banyak antrean yang sudah dibuat gara-gara isi E-Toll. Kita kan tidak mau menyusahkan diri kita dan orang lain, jadi tolong itu disiapkan betul," ujar Desi.
Selain perkara E-Toll, hal lain yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi mudik lebaran via jalur tol adalah bahan bakar. Pemudik menurutnya untuk urusan bahan bakar jika tak cermat juga berpotensi menyumbang kemacetan. Hal tersebut lantaran terbatasnya kapasitas tempat istirahat atau rest area yang juga terdapat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Jadi kami minta, sebelum mudik pastikan isi penuh dulu mobilnya. Misalnya sudah sampai setengah jalan, nanti tinggal nambah lagi setengah atau bisa dilanjut tanpa perlu mengisi bahan bakar. Karena kendaraan yang mengisi itu kan terbatas jatah BBM-nya, terbatas juga tempatnya," tukasnya.
Pemudik juga diminta untuk tidak memaksa masuk tempat istirahat jika sudah penuh. Hal tersebut jika dipaksakan dengan berhenti di luar tempat istirahat atau badan jalan, maka pemudik juga telah berpotensi menyumbang kemacetan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
