Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Oktober 2018 | 16.40 WIB

Media Harus Jadi Pencatat Pertumbuhan Bahasa

Ilustrasi: media harus menjadi pencatat pertumbuhan bahasa. - Image

Ilustrasi: media harus menjadi pencatat pertumbuhan bahasa.

JawaPos.com - Media besar berperan besar dalam perkembangan bahasa Indonesia. Sejak koran pertama muncul di tanah air sampai sekarang. Menjadi semacam alat pencatat pertumbuhan bahasa-bahasa yang muncul di masyarakat.


"Kuncinya di frekuensi penggunaan sebuah kata yang sebelumnya tidak baku sampai akhirnya bisa masuk ke dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)," kata Remy Sylado, munsyi sekaligus sastrawan, dalam diskusi bertajuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Koran di Graha Pena Surabaya kemarin.


Hadir pula dalam diskusi itu wikipediawan dan pencinta bahasa Indonesia Ivan Lanin, penulis dan pendiri Diva Press Edi Mulyono, serta Kepala Penyelaras Bahasa Jawa Pos Andri Teguh Pryantoro.


Remy mencontohkan kata "mbeling" yang dulu dia gunakan di majalah tempatnya bekerja. Yang diambil dari kosakata bahasa Jawa. Dari awalnya banyak yang tak paham sampai akhirnya kata itu masuk KBBI.


Ivan menambahkan, perdebatan selama ini terlalu berkutat pada ejaan. Padahal, itu tahap paling mendasar dalam berbahasa.


"Media seharusnya sudah melampaui itu, misalnya di tataran nuansa makna. Contohnya tentang penggunaan masing-masing dan tiap-tiap atau yang kapan hari ramai dibicarakan tentang makna fiksi," kata Ivan dalam diskusi yang dihadiri ratusan peserta tersebut. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore