
Tamu hotel Aston Inn di Kota Mataram dievakuasi ke titik kumpul di lapangan parkir usai gempa 6,9 SR yang terjadi pada Minggu (19/8) malam.
JawaPos.com - Persoalan Lombok di tengah masa tanggap darurat tidak hanya masih dihantui gempa susulan dan gempa utama yang berpindah. Tapi penyaluran yang belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Meski petugas gabungan dan relawan dari sejumlah lembaga sosial memberikan bantuan dan trauma healing, namun persoalan mendasar lainnya tak kunjung tuntas. Penyaluran bantuan logistik berupa bahan makanan, terpal dijadikan tempat sebagai untuk perlindungan di pengungsian, selimut, dan lainnya masih dibutuhkan. Semua itu belum terdistribusi dengan baik.
Sutaryo selaku Komandan Posko Induk Penanganan Bencana Lombok dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengungkap, bantuan tidak pernah cukup bagi korban. Setiap yang datang langsung habis.
ACT merupakan salah satu lembaga sosial yang sudah terlibat sejak gempa Minggu (29/7). Hingga kini relawannya masih tersebar di beberapa daerah yang terdampak parah akibat gempa. Menurutnya ada dilema dalam penyaluran bantuan. Jika menjangkau daerah yang jauh dan sulit, maka korban yang daerah terlintasi akan merasa cemburu. Mereka juga mengaku juga membutuhkan bantuan.
Sebaliknya menyalurkan di daerah terdekat yang belum mendapatkan bantuan, maka daerah yang disinyalir parah tak akan pernah mendapat bantuan. Sebab, bantuan untuk mereka selalu tercegat di tengah jalan.
"Saat ini Kecamatan Sembalun dan Sambelia warganya belum mendapat bantuan seperti daerah lain," ujar Sutaryo kepada JawaPos.com saat ditemui di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (20/8).
Dari data ACT, pihaknya telah mendirikan 97 posko. Semua itu terdiri atas Posko Induk di Kantor Cabang ACT NTB di Kota Mataram; 8 posko wilayah; 44 Posko Unit; dan 44 Posko dapur umum.
Untuk posko wilayah posisinya berada di delapan kecaman yang terdampak cukup parah. Sementara posko dapur umum selain berbentuk food truck juga ada dapur umum yang dikelola relawan dan pengungsi sendiri.
Dia menyebut setiap bantuan yang dibawa ACT selalu habis seketika. Sebelumnya sudah didistribusikan 750 ton bantuan logistik dari gudang utama. Lalu datang lagi 850 ton bantuan yang dibawa dengan KRI Banjarmasin dari Jakarta pada Senin (19/8). Diperkirakan bantuan dari Kapal Kemanusiaan Lombok (KKL) itu akan tuntas dibongkar dari Pelabuhan Carik, Lombok Utara pada Rabu (22/8). "Kami berharap bantuan yang banyak ini dapat menjangkau daerah yang belum tersentuh," sebutnya.
Umumnya bantuan itu berupa kebutuhan korban, seperti selimut, terpal, bahan makanan, popok bayi, pembalut, air bersih, dan lain sebagainya. "Barang-barang seperti ini paling dibutuhkan korban," ujarnya.
Usman Ali, 32, warga Lombok Barat yang menjadi korban terdampak atas gempa. Jika dibandingkan dengan Lombok Utara dan Lombok Timur, wilayah Lombok Barat tidak begitu parah. Di Dusun Karang Lauk, Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari terdapat pengungsian di tengah sawah. Di sana warga mendirikan tenda dari terpal untuk berlindung. Hanya saja kondisi tendanya seadanya.
"Kami di sini butuh terpal dan selimut. Anak-anak kami kedinginan setiap malam. Apalagi kalau hujan, tenda kami kemasukan air," ujarnya lirih.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masyarakat Lombok dan sekitarnya mengalami rasa trauma terhadap guncangan gempa. Setiap ada gempa utama ataupun gempa susulan warga langsung memilih berada di luar rumah.
Sementara munculnya korban jiwa, kata Sutopo, umumnya tertimpa bangunan roboh dan serangan jantung lantaran kaget merasakan guncangan gempa yang keras.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
