
Beberapa situs megalitikum di Sulawesi Tengah (Sulteng). Wilayah ini dilalui patahan aktif disebut sesar Palu Koro
JawaPos.com - Sesar Palu Koro yang membentang dari Palu hingga Teluk Bone merupakan salah satu patahan aktif di wilayah Indonesia. Bencana alam pun meningtai masyarakat yang tinggal di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dilewati sesar ini.
Maka guna mengantisipasi bencana tersebut, Ketua Tim Ekspedisi Palu Koro Trinurmalaningrum berharap warg sekitar mau merenovasi huniannya. Tak perlu membangun rumah beton. Trini, sapaan Trinurmalaningrum, mengatakan, rumah yang terbuat dari kayu maupun bambu juga bisa tahan gempa, asal memiliki konstruksi bagus.
"Rumah-rumah asli Indonesia itu sebenarnya sudah tahan gempa. Di daerah-daerah badai itu kami temukan rumah yang masih rapi. Padahal sudah sekian kali kena gempa,” katanya di Jakarta, Jumat (27/7).
Pemerintah juga diharapkan memasang rambu-rambu evakuasi, khususnya di wilayah pesisir. Misalnya, petunjuk arah atau jalur evakuasi, tempat titik kumpul, dan sebagainya. Hal inilah yang kata Trini belum ia temukan di Sulteng.
"Misalnya, di wilayah dataran pinggir laut kalau ada tsunami bagaimana itu harusnya ada panduannya. Tempat evakuasi (di mana), arah kiri atau kanan. Harusnya dipasang. Kemarin saya ke sana nggak ada," sambungnya.
Trini menambahkan, kemampuan mitigasi bencana masyarakat juga masih kurang. Selain itu, infrastruktur seperti sistem air bersih jika terjadi bencana juga belum ada. Jalur logistik juga mesti dibenahi.
Padahal, kata Trini, jika melihat keadaan ekonomi di sana, semestinya infrastuktur seperti itu bisa segera dibangun. Maka dari itu, Trini berpendapat, pemahaman dan kesadaran masyarakat serta pemerintah akan potensi bencana itulah yang perlu ditingkatkan.
"Di sekitar Lore Lindu, sepanjang sungai Larian itu sunyai yang terakhir dilalui sesar Palu Koro, perekonomiannya sangat baik. Sebab, di sana kopi dan cokelat mendominasi sumber pendapatan masyarakat. Tetapi, ya itu, pengetahuan bencana masih minim banget," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
