Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Mei 2017 | 10.00 WIB

Penghafal 30 Juz Alquran Asal Aceh Wakili Indonesia di MTQ Internasional

Hajarul Akbar, hafiz Indonesia yang akan berlaga di MTQ Internasional di Istanbul, Turki. - Image

Hajarul Akbar, hafiz Indonesia yang akan berlaga di MTQ Internasional di Istanbul, Turki.

JawaPos.com - Bagi seorang qari ataupun hafiz, menjadi salah peserta di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional merupakan sebuah prestasi tersendiri dalam berdakwah. Sebab para qari akan saling memperlihatkan kemampuannya dalam membaca atau menghafal alquran.


Pada MTQ Internasional yang bakal digelar di Istanbul Turki dalam waktu dekat ini, Indonesia mengutus dua orang qari terbaiknya. Yakni, M Riqon dari Kalimantan selatan (Kalsel) untuk cabang tilawah dan Hajarul Akbar pada cabang hafiz (penghafal alquran), asal Aceh.


Kepastian keberangkatan Hajarul Akbar setelah dia mendapat surat keputusan (SK) dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag).


Sebelum membawa nama besar Indonesia ke Istanbul nanti, Hajarul Akbar yang kelahiran Gampong Lhang, Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie, 29 tahun lalu itu dia merupakan dosen luar biasa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry.


Kini pria yang 11 tahun mengenyam pendidikan di Pulau Jawa itu sedang merintis pendidikan dayah Tahfizh Alquran di Samahani dengan nama Darul Quran Aceh (DQA). Di DQA ini, Hajarul Akbar mengembangkan metode praktis untuk hafal Alquran. Dia memberikan keteladan full dalam menghafal Alquran.


Bahkan, untuk menunjukkan keseriusannya dalam membina para santri untuk hafal Alquran, Hajarul Akbar mengatakan, siap diuji ayat apa saja oleh para calon santrinya. Dengan diuji itu dia berharap ada keseriusan dan motivasi bagi para santri lain untuk menghafal Alquran.


Menjadi seorang hafiz ini bukanlah perjalan singkat yang didapatkannya. Sejak awal menempuh dunia pendidikan di MIN dia sudah memulai untuk belajar menghafal alquran.


“Saya mulai menghafal Quran sejak usia MIN di bawah bimbingan orang tua dan kakek saya di rumah. Ketekunan dan kedisplinan orang tua membuat saya lebih mudah dalam menghafal Alquran dan mempelajarinya. Namun, saya mulai intensif menghafal Alquran saat di MUQ Pagar Air dengan syaikh dan guru sangat senior seperti Ustaz Sualip Khamsin dan Ustaz Amin Chusaini, serta banyak guru saya lainnya,“ ujar Hajarul Akbar mengisahkan pengalaman ia menghafal Alquran.


Sebelum malang melintang pada event MTQ nasional dan kemudian internasional, Hajarul Akbar telah mengawal sepak terjangnya sebagai peserta MTQ Prov Aceh tahun 2003 di Aceh Singkil, tahun 2005 di Langsa, tahun 2007 di Bireuen, tahun 2009 di Takengon, tahun 2011 di Tamiang, dan tahun 2013 di Subulussalam.


“Semua event Provinsi Aceh ini saya ikuti bersama Kafilah Kabupaten Pidie. Sementara untuk tingkat nasional alhamdulillah saya sudah tampil sebanyak tujuh kali dan Alhamdulillah dua kali mendapat juara. Sedangkan untuk tingkat internasional saya sudah dua kali mengikuti event MTQ, yaitu di Jordania 2016 dan meraih peringkat ke tujuh, dan tahun ini Insya Allah ke Turki dengan harapan mudah-mudah bisa lebih baik lagi,“ ujar Hajarul Akbar berharap.


Tentu, doaa dari masyarakat Aceh khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya sangat diharapkan agar kiranya Hajarul Akbar bisa tampil maksimal di Turki sehingga bisa meraih peringkat memuaskan. Bukan suatu yang mudah menghafal 30 juz Alquran dan mengulang-ulangnya setiap hari, dan Hajarul Akbar telah melakukannya dengan baik. (rif/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore