
Photo
JawaPos.com - Per hari ini (1/3), Polri menggelar Operasi Simpatik. Operasi ini berlangsung hingga tanggal 21 Maret nanti dan diikuti 23 ribu personel polantas di seluruh Indonesia.
Kakorlantas Irjen Royke Lumowa mengatakan bahwa operasi simpatik ini akan berbeda dengan operasi sebelumnya. "Mungkin kita bertanya, apakah selama ini kita tidak simpatik? Mungkin saja. Makanya namanya simpatik," kata dia di Korlantas, Rabu (1/3).
Ia mengakui selama ini masyarakat khususnya yang pelanggar kalau kedapatan petugas pasti sudah takut duluan. "Karena dia melanggar, dalam suasana ketakutan karena melanggar, itu saja dia takut. Apalagi petugas membentak dengan arogan, marah-marah ditilang lagi. Paling banyak takutnya," papar dia.
Dengan operasi ini, Royke berharap citra polisi menjadi baik. Mulai dari berpakaian, tutur kata berbicara dan lainnya. "Jangan juga tutur kata sudah bagus, tapi ujung-ujungnya di pos ada transaksi ilegal, itu tidak simpatik. Masyarakat mungkin senang, tapi di belakang hari dia cerita sama tetangganya. Akhirnya menambah kesalahan polisi, tidak simpatik lagi," kata dia.
Mantan Kapolda Papua Barat ini juga berkata, operasi simpatik bukan hanya di jalanan. Tapi juga di sekolah, ke kampus untuk memberikan pemahaman agar tidak melanggar aturan lalulintas. "Selama 21 hari operasi simpatik, tahan marah-marah. Saya menilang seseorang, tutur kata yang bagus meski pelanggaran berat dilakukan masyarakat," sambungnya.
Operasi simpatik kata dia adalah bentuk Polri bersimpati kepada masyarakat. Tapi bukan membiarkan pelanggaran dilakukan. Dan masyarakat kata dia bukan berarti selama 21 hari bisa melanggar lalulintas sesukanya.
"Kalau gitu masyarakat boleh melakukan pelanggaran selama 21 hari. Boleh enggak makai helm, itu pasti akan ditindak, karena membahayakan keselamatan lalu lintas itu pasti akan ditindak," tegasnya.
Di operasi ini, Royke juga menekankan kepada anak buahnya untuk menjaga penampilan. "Memperbaiki dirinya dulu, kebersihannya, sikap tampangnya. Kedua, tutur kata, ketiga, tindaknya. Jangan tutur kata bagus, penampilan bagus, tapi tindakannya engak bagus, ya enggak boleh juga. Ketiganya harus satu rangkaian," bebernya.
Royke juga enggan operasi simpatik tahun ini sama dengan operasi sebelumnya yang hanya berakhir begitu saja tanpa ada hasil yang berarti. Sehingga nanti di operasi ini akan ada tim pengawasnya. "Itu harus pasti (ada pengawas), setiap operasi itu ada tim pengawasan baik internal," tukas dia. (elf/JPG)

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
