
Kerjasama Industri Covestro dan BPPT
JawaPos.com – Pemerintah Indonesia tengah menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur dan industri konstruksi untuk memperlancar arus barang dan jasa. Pertumbuhan infrastruktur ini mengundang banyak investor untuk berinvestasi di Indonesia.
Salah satunya Covestro, sebuah perusahaan manufaktur terkemuka di dunia yang bergerak di bidang polimer berteknologi tinggi, melihat bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar penting.
Kondisi pasar yang sangat positif ini membuat Covestro melirik pasar industri di Indonesia yang akan tetap tumbuh secara signifikan di tahun-tahun mendatang. Pihaknya memperkuat pijakannya di Indonesia dan ASEAN, sebuah kawasan yang menjadi pasar terbesar kedua Covestro setelah China.
Sebagai wujud komitmen perusahaan untuk pasar Indonesia, Covestro memutuskan untuk membuka Technical Center pertama di ASEAN untuk segmen pelapisan (Coatings), Adhesives and Specialties (CAS) di kompleks Sentra Teknologi Polimer, Tangerang Selatan. Kerjasama ini menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
“Kenapa Indonesia karena negara ini sedang tumbuh besar dan punya penduduk besar di dunia. Kami bekerjasama dengan BPPT dalam mengembangkan inovasi di bidang industri konstruksi untuk menciptakan banyak formula. Salah satunya pelapis di industri konstruksi,” kata Head of Application and Technology Development Coatings, Adhesives, Specialties Business Unit,Covestro Deutschland AG, Peter Kruppa, di Puspitek, Tangerang Selatan, Senin (16/1).
Sejumlah aplikasi yang digunakan seperti pelapis di sejumlah bangunan komersil, pelapis konstruksi metal dan plastik dengan bahan yang ramah lingkungan. Sejumlah alat penggerak tenaga listrik seperti kincir angin juga dapat merupakan target pasar Covestro.
“Aplikasi ini bisa digunakan industri konstruksi. Dan banyak formulanya mudah digunakan dan cepat kering. Sangat berguna untuk bangunan,” katanya.
Lapisan Covestro juga dapat digunakan di bidang industri transportasi yang saat ini sedang berkembang di Indonesia. Salah satunya seperti lapisan kereta. Ada pula untuk dunia properti dan produk rumah tangga seperti sofa dan lemari.
“Indonesia memberikan banyak kesempatan berinvestasi. Kami kembangkan produk inovasi ke pasar lokal. Kami tahu pemerintah Indonesia sedang giat-giatnya di bidang infrastruktur. Kami ingin mengetahui kebutuhan pasar industri di Indonesia,” ungkap Kruppa. (cr1/JPG)

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
