
Kepala Humas BNP2TKI Servulus Bobo Riti
JawaPos.com - Kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengalami kekerasan di luar negeri tidak pernah habisnya. Setiap tahun kerap ada informasi TKI terutama TKW mendapatkan perlakukan tidak manusiawi saat pulang dari negara tempatnya bekerja. Kasus itu menurut pihak Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dipicu gagap budaya (culture shock).
"Risiko yang terjadi pada setiap individu umumnya perempuan adalah perbedaan budaya disebut culture shock," kata Kepala Humas BNP2TKI Servulus Bobo Riti kepada JawaPos.com, Kamis (11/1).
Servulus melanjutkan, adanya kelaziman dari daerah asal yang berbenturan dengan budaya di negara tujuan. Baik dengan majikan atau kondisi perusahaan. Apalagi jika TKI bekerja dengan majikan perorangan. Ketika ada ketidakcocokan itu membuat para TKW menjadi sasaran tindakan kekerasan.
Servulus mengklaim, BNP2TKI telah melakukan Pembekalan Akhir Keberangkatan (PAP). Pembekalan itu membahas tentang kebiasaan, tingkah laku, budaya, dan bahasa sebelumnya.
Servulus menggambarkan situasi di negara tujuan bekerja. TKI diberikan bekal agar tidak terkendala dengan risiko selama di negera tujuan. Mereka diberikan keterampilan dan pengetahuan yang cukup.
"Jika TKI melalui jalur resmi dapat dikatakan tidak memiliki risiko yang besar ketika bekerja di luar negeri karena tahu hak dan kewajibannya. Itu tertulis di kontrak kerja," tuturnya.
Berbeda dengan TKI dengan yang nonprosedural atau ilegal, mereka jauh lebih berisiko dalam hal perlindungan dan kepastian hukum ketika tiba di negara tujuan.
Untuk risiko kekerasan yang dilakukan oleh majikan, Servulus menjelaskan hal tersebut tidak dapat diprediksi. Jika diketahui dari awal, pasti BNP2TKI tidak akan membiarkan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTIKIS) menempatkan di majikan seperti itu. Intinya tidak mungkin menyalurkan ke majikan yang sama.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
