
Ilustrasi orang meninggal dunia. (Istimewa)
JawaPos.com–Di akhir umur seseorang, fungsi organ tubuh akan menurun secara bertahap. Seseorang tersebut menunjukkan perubahan kondisi dan sifat yang tidak seperti biasanya.
Dilansir laman alodokter.com, setelah meninggal, tubuh juga akan mengalami berbagai perubahan fisik yang disebut sebagai perubahan post-mortem. Tanda-tanda orang meninggal bahkan sejatinya telah telihat beberapa bulan sebelumnya, dan 40 hari, 7 hari, sampai sesaat sebelum ajal menjemput.
Dilansir laman lifestyle.espos.id, berikut merupakan ulasannya yang dirangkum dari beberapa sumber, terkait tanda-tanda orang mau meninggal.
Agitasi atau kebingungan bisa terjadi pada beberapa kondisi seseorang yang akan meninggal. Hal ini bisa disebabkan karena adanya perkembangan penyakit, konsumsi obat-obatan, atau kurangnya oksigen ke otak.
Selain itu, kesulitan buang air besar atau sembelit, hingga dehidrasi sering dirasakan orang yang mau meninggal. Perubahan tersebut bisa memicu delirium, yakni gangguan mental serius yang mengakibatkan kebingungan atau linglung dan kurangnya kesadaran.
Dalam Islam, waktu ashar adalah penghujung waktu ditutupnya semua amalan harian. Oleh sebab itu, tanda seseorang mau meninggal bisa terlihat ketika waktu ashar. Hal ini bisa terlihat sejak 100 hari sebelum tibanya ajal.
Pada waktu sore hari atau ashar ini, orang yang mau meninggal tubuhnya akan terasa dingin. Hal yang umum terjadi, ditandai dengan kondisi tubuh bergetar atau menggigil dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Biasanya seminggu sebelum ajal tiba, keanehan akan terjadi, akan ada perubahan yang tampak salah satunya yaitu perubahan nafsu makan seseorang. Umumnya, cenderung mengalami penurunan nafsu makan.
Tapi, hal ini tentu tidak akan pernah disadari oleh siapapun. Kebanyakan merasa sakit dibagian perut atas atau dada, sehingga nafsu makan mereka menjadi tidak menentu. Ada yang sesekali nafsu makannya melebihi biasanya, ada juga yang tidak mau makan sama sekali.
Tanda orang mau meninggal juga menurunnya tingkat energi atau orang dalam kondisi akan meninggal pasti lemah atau energi berkurang. Hal ini akan mempengaruhi interaksi sosial dengan orang sekitar.
Mungkin yang dulunya banyak menghabiskan waktu dengan orang lain, kini akan cenderung menyendiri. Dan orang-orang yang mungkin sakit keras, perlahan-lahan akan menarik diri dari lingkungan dan aktivitas sosialnya.
Pandangan mata orang mau meninggal dalam waktu dekat juga sangat layu atau tidak memancarkan sinar lagi. Selain itu, telapak kakinya akan terasa sulit digerakkan.
Jika ada perubahan kondisi fisik dan hal lain yang disadari, sangat dianjurkan untuk segera bertobat dan melakukan puasa, hal ini agar dalam perut nantinya tidak lagi mengandung banyak najis.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
