Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Agustus 2024 | 15.54 WIB

Keutamaan Doa Sayyidul Istighfar, Arab dan Artinya

“Barangsiapa mengucapkannya [sayyidul istighfar] pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu petang, maka dia termasuk penghuni syurga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni syurga” (Hadits Bukhari dari Syaddad bin Aus ra). 

  1. Membersihkan hati 

Salah satu keutamaan beristighfar yang tak kalah penting adalah untuk menghapus noda-noda yang timbul di hati kita sebagai akibat dari dosa-dosa yang kita lakukan. 

Dikhawatirkan noda-noda dalam hati kita ini akan membuat hati kita menjadi kelam dan sulit menerima petunjuk dari Allah. 

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Rasulullahﷺ  bersabda: 

“Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat; niscaya noda itu akan dihapus.

Tapi jika dia kembali berbuat dosa; niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya.”  (HR. Tirmidzi) 

  1. Menjadi hamba yang dicintai Allah SWT 

Allah SWT senang terhadap orang yang beristighfar dan memohon ampun. Sebab dalam istighfar itu terkandung makna bahwa manusia ingin menjadi lebih baik. 

Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 222, 

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ… 

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore