Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juni 2024 | 02.52 WIB

Tanggal 8 Juni Dikaitkan dengan Wafatnya Rasulullah, Begini Ceritanya

 
 

Ilustrasi kaligrafi nama Nabi Muhammad SAW.

 
JawaPos.com - Rasulullah wafat meninggalkan para sahabat dan umat Islam setelah tuntas menunaikan semua risalah kenabian. Nabi Muhammad tuntas menunaikan tugas-tugasnya menyampaikan semua wahyu Allah dan Alquran, kini menjadi pedoman bagi umat Islam guna mencari petunjuk dan jalan kebenaran sebagai pedoman hidup.
 
Tanggal 8 Juni yang jatuh pada hari ini Sabtu (8/6) dikaitkan dengan hari wafatnya Rasulullah karena Baginda Rasul meninggal pada 8 Juni 632 M. Atau meninggal dunia pada hari Senin, 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah.
 
Tanggal 8 Juni 2024 kebetulan secara kalender Islam tidak bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal. Hari ini jatuh pada tanggal 1 Dzulhijjah. Penghitungan kalender Hijriyah dan Masehi memang memiliki banyak perbedaan, salah satunya pada jumlah hari dalam satu bulan.
 
Cerita Wafatnya Rasulullah 
 
Rasulullah wafat di usia 63 tahun setelah tuntas melaksanakan tugas-tugas kenabian. Tugas beliau sudah paripurna mengislamkan Jazirah Arab dan membawa cahaya keimanan ke banyak hati manusia.
 
Beberapa hari sebelum meninggal, beliau jatuh sakit. Rasulullah sempat menunjuk Abu Bakar untuk menggantikan posisi menjadi imam sholat.
 
Isyarat Rasulullah akan meninggal dunia sebenarnya sudah diketahui oleh sejumlah sahabat sejak sekitar 2 bulan sebelumnya. Terutama pada saat beliau menyampaikan pidato yang menyinggung tugas-tugasnya sudah tuntas karena agama Islam telah disempurnakan dalam pelaksanaan haji wada'. Rasulullah pun berpesan untuk selalu berpegangan pada Alquran dan hadist supaya tidak tersesat di dalam kehidupan di dunia.
 
Sebelum Rasulullah meninggal, Nabi Muhammad SAW mengalami pusing dan demam tinggi. Saat itu, Nabi Muhammad izin untuk dirawat di rumah Sayyidah Aisyah RA. 
 
Kondisi kesehatannya terus memburuk selama dirawat di rumah Aisyah. Sekalipun sedang sakit, Rasulullah tidak pernah meninggalkan sholat dan masih sempat mengimami sholat. Namun pada saat kondisinya semakin memburuk, Rasulullah meminta Abu Bakar untuk menggantikan dirinya menjadi imam sholat.
 
Kepada putrinya bernama Fatimah, Rasulullah sempat mengabarkan bahwa beliau akan meninggal dalam waktu yang tidak terlalu lama. Fatimah pun menangis mengetahui informasi tersehut. Namun dia dihibur oleh Rasulullah dinyatakan dan berhasil membuatnya tersenyum.
 
Dilansir dari NU Online,setelah memberi tahu Fatimah tentang kematiannya, Rasulullah kemudian memanggil cucunya, Hasan dan Husain, dan lantas menciumi mereka. Dia pun menyampaikan pesan untuk menjaga kedua cucu kesayangannya tersebut. Selain itu, Nabi Muhammad juga berpesan untuk tidak pernah meninggalkan sholat.
 
Di detik-detik sebelum Rasulullah menghembuskan napas terakhir, Aisyah menyandarkan tubuh Nabi ke pangkuannya. Beliau sempat meminta siwak. Aisyah kemudian menyikat gigi beliau dengan sebaik mungkin.
 
 
Setelah itu, Rasulullah memasukkan kedua tangannya ke bejana berisi air di dekatnya dan mengusapkannya ke wajah seraya berkata, 'La ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu ada sekaratnya'." (Shahih Bukhari II, 640).
 
Rasulullah meninggal dunia tepat pada hari Senin, 12 Rabiul Awal atau 8 Juni 632 M. Beliau mengembuskan napas terakhir di pengakuan Aisyah.
 
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore