KH Mustofa Bisri membacakan puisi di malam Untaian Doa dan Puisi untuk Palestina (2/1).
JawaPos.com - Membuka rangkaian Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78, Kemenag menggelar malam Untaian Doa dan Puisi untuk Palestina di Jakarta pada Selasa (2/1) malam. Diantara pembaca puisi pada malam itu adalah KH Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus. Meskipun tema puisinya soal Palestina, Gus Mus juga menyinggung perilaku politisi sampai kasus korupsi.
Puisi yang dibawakan Gus Mus itu berjudul, "Apakah Kau Terlalu Bebal, atau Aku Terlalu Peka". Puisi tersebut merupakan karya Gus Mus yang sudah ditulis beberapa waktu lalu. Namun pada malam itu, tetap terasa menarik. Karena beberapa bait puisinya, relevan dengan kondisi saat ini. Yaitu perilaku politisi berebut kursi. Serta maraknya pengamat yang merasa paling benar.
"Apakah kau terlalu bebal atau aku yang terlalu peka? Ketika mobilmu melanda seekor anjing di jalan dan kurasakan derak tengkoraknya yang remuk digilas ban radialmu. Aku ingin muntah dan kau ngakak sambil mengumpat mampus kau, najis," demikian salah satu petikan bait puisi Gus Mus itu.
Sementara itu sisipan bait lainnya adalah, "Anak-anak mu berebut fried chicken yang hangat, seperti politisi musiman berebut kursi. Seperti pakar kambuhan berebut benar."
Sisipan bait yang lainnya yakni, "Istrimu menyodorkan piring pizza ke mukamu. Kau menghirup sedap aromanya sebentar lalu menjejalkan sepotong ke mulutmu. Seperti para pengamat yang menjejalkan potongan-potongan pernyataan ke telinga media yang terbuka. Seperti kelompok muslim kota yang baru menghirup sedap aroma Islam. Lalu menjejalkan sepotong pemahaman mereka ke mana-mana."
Usai pembacaan puisi itu, Gus Mus sempat memberikan pernyataan ke awak media. "Itu puisi lama ku, dibaca lagi," kata kiai asal Rembang itu. Inti dari puisi yang dia bacakan adalah, pesan kemanusiaan.
Gua Mus mengatakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang punya empati dan simpati. Selain itu bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak suka penjajahan. Maka bangsa Indonesia selalu menunjukkan solidaritas kepada negara-negara yang terjajah. "Termasuk Palestina," katanya.
Pada kesempatan itu juga, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, mengawali rangkaian HAB Kemenag ke-78 dengan Doa dan Puisi untuk Palestina. Dia mengatakan doa dan puisi adalah sama-sama untaian kata yang indah. Dia mengatakan pesan utama pada hari ulang tahun Kemenag saat ini adalah, meneguhkan komitmen melayani umat beragama di Indonesia.