Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 November 2018 | 05.50 WIB

Sukses Tekan Kemiskinan, 15 Negara Belajar PKH di Indonesia

Assistant Project Accountant Negeria Cash Transfer Officer Adam Ibraheem Salisu saat mengunjungi Kemensos untuk mempelajari PKH. - Image

Assistant Project Accountant Negeria Cash Transfer Officer Adam Ibraheem Salisu saat mengunjungi Kemensos untuk mempelajari PKH.


JawaPos.com - Pemerintah Nigeria dan 14 negara lainnya memberikan  apresiasi terhadap keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam Program Keluarga Harapan (PKH) milik Kementerian Sosial (Kemensos).


Program yang memiliki nama lain Conditional Cash Transfer (CCT) itu diperuntukan sebagai penanggulangan kemiskinan. Karena itu, mereka merasa tertarik untuk mempelajari PKH. Diketahui, saat ini angka kemiskinan di Indonesia mencapai 9,82 persen.


Untuk mengetahui lebih dalam tentang penerapan PKH, sebanyak 20 delegasi Pemerintah Nigeria menyambangi kantor Kementerian Sosial RI, Rabu (14/11).


Assistant Project Accountant Negeria Cash Transfer Officer Adam Ibraheem Salisu mengatakan, selain untuk bersilaturahmi, kunjungan kerja itu dimaksudkan untuk bertukar informasi terkait CCT di negaranya maupun di Indonesia.


“Keberhasilan Indonesia dalam menurunkan angka kemiskinan menarik kami untuk mempelajari bagaimana program ini berjalan,” kata Adam dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.


Adam mengaku, sebagai negara yang baru menerapkan CCT harus banya belajar dari berbagai negara yang telah sukses menjalankannya seperti Indonesia yang telah menerapkan program ini sejak 2007.


"Nigeria sebagai negara berkembang usia CCT baru 2 tahun. Untuk itu, pemerintah kami mengimkan sejumlah tim ke negara-nagara yang telah mempunyai pengalaman menerapkan CCT seperti Indonesia,” tambah Adam. 


Sejumlah negara telah menerapkan CTT antara lain Indonesia, Brasil, Kenya, dikatakan Adam masing-masing negara mempunyai kelebihan dalam menjalakan program pengentasan kemiskinan ini.


“Indonesia sebagai negara besar mempunyai infrastruktur CCT yang sangat bagus dan sistem yang baik,” tegasnya. 


Adam mengakui penerapan PKH sangat sukses dan mempunyai banyak kelebihan seperti adanya tim yang sangat kuat dalam menjalankan program ini. Selain itu, program ini juga  mendapatkan dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah Indonesia. 


“Kita akan memperbaiki kekurangan penerapan CCT setelah belajar dari Indonesia dan sejumlah negara. Kelebihan yang dipunyai Indonesia akan coba dikolaborasi dengan penerapan CCT di negaranya menginat adanya perbedaan sistem,” katanya.


Sementara, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Nur Pujianto mengaku senang mendapatkan kunjungan dari delegasi Nigeria. Untuk itu, pemerintah memberikan berbagai penjelasan kepada mereka mengenai penerapan PKH. 


“Kita jelaskan semua mengenai penerapan PKH kepada delegasi Nigeria,” tegas Nur Pujianto. 


Nur Pujianto mencontohkan salah satu keberhasilan PKH adalah dengan adanya kontrol dan bimbingan yang ketat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilakukan oleh pendamping PKH dan Peksos Supervisor.


“Dalam melakukan pengawasan dan bimbingan kepada KPM kita lakukan secara berjenjang dan mereka bertanggung jawab langsung kepada Kementerian Sosial RI,” pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore