Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 November 2018 | 01.07 WIB

Pemikiran Bung Hatta selalu Relevan Dengan Kondisi Indonesia

Meutia Hatta beserta keluarga saat peluncuran buku karya lengkap Bung hatta di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (13/11) - Image

Meutia Hatta beserta keluarga saat peluncuran buku karya lengkap Bung hatta di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (13/11)

JawaPos.com - Mohammad Hatta tidak hanya dikenal sebagai proklamator. Sejak muda dia rajin menulis. Kemarin (13/11) penerbit lembaga penelitian pendidikan dan penerangan ekonomi dan sosial (LP3ES) meluncurkan 10 seri buku Karya Lengkap Bung Hatta.


Putri pertama Hatta, Mutia Hatta, menyatakan sangat berbahagia karena tulisan ayahnya dikumpulkan menjadi buku. Dia merasa itulah cara terbaik untuk mendokumentasikan pemikiran Hatta. "Pada 1932 Bung Hatta sudah menuliskan desain Indonesia Merdeka dan doktrin kerakyatan," ujarnya.


Lewat buku tersebut, dia berharap masyarakat Indonesia akan teringat bahwa kepentingan rakyat harus dijunjung tinggi. Misalnya, keinginan Hatta. Mutia juga menegaskan bahwa pemikiran Hatta selalu relevan dengan kondisi Indonesia. "Apakah sekarang pemimpin dan wakil rakyat sudah menghormati kedaulatan rakyat?" ucapnya.


Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan hal senada dengan Mutia. Dia menyebutkan, ketika sekarang membicarakan ekonomi, yang dibeberkan hanya angka. "Namun, pemikiran Bung Hatta, ekonomi untuk banyak orang. Artinya, bukan hanya angka-angka," katanya.


Pemikiran Hatta yang selalu relevan itu membuat Hilmar menyetujui untuk mendukung penerbitan buku. Di sisi lain, Ditjen Kebudayaan juga tengah mendokumentasikan tulisan-tulisan yang sudah jadi arsip di luar negeri seperti di Belanda. "Untuk membawa pulang, tidak. Kami dokumentasikan isinya. Aslinya biar tetap di sana (Belanda, Red)," papar Hilmar.


Hatta memang tokoh yang rajin menulis sejak muda. Dia menulis sejak usia 16 tahun. Hatta terus menulis sampai usianya senja. Dalam kurun waktu 61 tahun, Bapak Koperasi Indonesia itu telah menghasilkan 800 karya tulis dalam bahasa Indonesia, Belanda, Inggris, dan Prancis.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun memberikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Menurut dia, karya tulis Hatta yang dibukukan dalam sepuluh seri belum lengkap. "Kami belum melacak tesis atau penelitian yang berdasar pada pemikiran Hatta," ucapnya.


Muhadjir mengatakan bahwa dirinya memiliki kenangan dengan tulisan Hatta. Dalam disertasi yang ditulis, dia menemukan bahwa Hatta merupakan peletak profesionalisme militer. "Saya kebetulan meneliti sosiologi militer," ungkapnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore