Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 April 2017 | 16.43 WIB

Hitungan Detik, Air Keras Bereaksi Merusak Kulit Hingga Dehidrasi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Cairan air keras sangat berbahaya. Sifatnya korosif atau merusak tubuh. Air keras bisa bermacam-macam yaitu HCl atau Asam Hidroklorida. Air keras juga bisa tergolong dalam H2SO4 atau Asam Sulfat. Seseorang yang terkena cairan ini, hanya dalam hitungan detik akan mengalami kerusakan di bagian tubuhnya yang terpapar.


Cairan ini sering digunakan dalam penelitian di laboratorium kimia. Tentu semestinya tidak boleh dijual bebas meski hingga kini aturannya belum jelas soal peredaran bahan kimia keras. Jika cairan ini terpapar di kulit atau permukaan tubuh, maka membuat tubuh bereaksi hingga dehidrasi berat dan rusak.


“Tubuh kita ini kan terdiri dari 80 persen air, jika terkena air keras maka akan bereaksi dengan tubuh kita. Reaksinya itu, air yang ada di tubuh kita diserap air keras itu sehingga tubuh menjadi dehidrasi, hanya hitungan detik,” tegas Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Angkatan Darah (RSAD) Denpasar, Bali, Laksmi Duarsa, Selasa (11/4).


Laksmi menjelaskan saat itu juga kulit akan melepuh, menggelembung, kemudian akan mengerut lagi. Proses ini dikenal dengan istilah Sikatrik, yaitu saat bekas kulit yang terpapar mengerut. Hal ini tergantung seberapa banyak air keras yang terkena di bagian tubuh.


“Kalau ada air keras terkena di tubuh kita, misalnya kan air keras itu mengalir. Maka belum tentu hanya berhenti dan diam di satu tempat. Mengalirnya itu seberapa jauh. Air keras yang mengalir itu menyebabkan reaksi lagi. Reaksinya beruntun sepanjang air itu mengalir,” jelasnya.


Menurut Laksmi, penyembuhan paling tepat adalah dengan operasi plastik atau tandur kulit. Misalnya pada kasus yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terkena di area mata, maka operasi plastik paling baik dilakukan dengan mengambil kulit yang tidak banyak bulu atau rambutnya.


“Untuk di area mata, kulit yang paling pas dari tempat rambut yang enggak banyak. Memang paling tepat adalah tandur kulit, operasi plastik. Berbeda dengan laser. Untuk tandur kulit pun tergantung seberapa banyak kulitnya terambil akibat kerusakan,” papar Laksmi. (cr1/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore