
Ilustrasi
JawaPos.com – Cairan air keras sangat berbahaya. Sifatnya korosif atau merusak tubuh. Air keras bisa bermacam-macam yaitu HCl atau Asam Hidroklorida. Air keras juga bisa tergolong dalam H2SO4 atau Asam Sulfat. Seseorang yang terkena cairan ini, hanya dalam hitungan detik akan mengalami kerusakan di bagian tubuhnya yang terpapar.
Cairan ini sering digunakan dalam penelitian di laboratorium kimia. Tentu semestinya tidak boleh dijual bebas meski hingga kini aturannya belum jelas soal peredaran bahan kimia keras. Jika cairan ini terpapar di kulit atau permukaan tubuh, maka membuat tubuh bereaksi hingga dehidrasi berat dan rusak.
“Tubuh kita ini kan terdiri dari 80 persen air, jika terkena air keras maka akan bereaksi dengan tubuh kita. Reaksinya itu, air yang ada di tubuh kita diserap air keras itu sehingga tubuh menjadi dehidrasi, hanya hitungan detik,” tegas Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Angkatan Darah (RSAD) Denpasar, Bali, Laksmi Duarsa, Selasa (11/4).
Laksmi menjelaskan saat itu juga kulit akan melepuh, menggelembung, kemudian akan mengerut lagi. Proses ini dikenal dengan istilah Sikatrik, yaitu saat bekas kulit yang terpapar mengerut. Hal ini tergantung seberapa banyak air keras yang terkena di bagian tubuh.
“Kalau ada air keras terkena di tubuh kita, misalnya kan air keras itu mengalir. Maka belum tentu hanya berhenti dan diam di satu tempat. Mengalirnya itu seberapa jauh. Air keras yang mengalir itu menyebabkan reaksi lagi. Reaksinya beruntun sepanjang air itu mengalir,” jelasnya.
Menurut Laksmi, penyembuhan paling tepat adalah dengan operasi plastik atau tandur kulit. Misalnya pada kasus yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terkena di area mata, maka operasi plastik paling baik dilakukan dengan mengambil kulit yang tidak banyak bulu atau rambutnya.
“Untuk di area mata, kulit yang paling pas dari tempat rambut yang enggak banyak. Memang paling tepat adalah tandur kulit, operasi plastik. Berbeda dengan laser. Untuk tandur kulit pun tergantung seberapa banyak kulitnya terambil akibat kerusakan,” papar Laksmi. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
