
Massa Komite Nasional Solidaritas Rohingya (KNSR) mendatangi Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta Pusat, Rabu (5/12). Mereka menuntut Pemerintah Myanmar agar membuka akses kemanusiaan bagi masyarakat etnis Rohingya.
JawaPos.com - Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Komite Nasional Solidaritas Rohingya (KNSR) mendatangi Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta Pusat, Rabu (5/12). Mereka menyerukan beberapa tuntutan untuk membela masyarakat Rohingya.
Puluhan massa yang kompak mengenakan ikat kepala dan memegang spanduk bertuliskan ‘Bela Rohingya’ itu, menuntut Pemerintah Myanmar membuka seluas-luasnya akses kemanusiaan di daerah konflik tersebut.
"Kami datang meminta pertama, dibuka dulu akses bantuan ke Myanmar, selama ini ditutup. Kami belum tau persis nasib 250 ribuan orang lebih (etnis Rohingya) di dalam Myanmar. Itu pertama kali kami ingin lakukan mereka membuka jalur bantuan kemanusiaan," ujar Sekjen KNSR Ibnu Khajar di lokasi.
Menurut Ibnu, sejak 35 tahun merdeka, Myanmar belum juga memberikan pengakuan kepada etnis Rohingya. Hal itupun berbuntut panjang, dan berdampak kepada sisi kemanusiaan. Misalnya pengusiran, pembunuhan, serta penjarahan.
"Bahkan dunia bungkam saat ini, seperti dibiarkan ini. orang dibunuh, orang diambil alih itu seperti mereka mengambil alih harta seperti milik mereka sendiri. Kita (KNSR) menyayangkan itu terjadi dan terjadi di Asean," tuturnya.
Meski Indonesia telah tepat menjalankan soft diplomacy atau diplomasi kemanusiaan kepada Myanmar, namun itu dinilai belum cukup membela etnis Rohingya.
"Kami (KNSR) sayangkan kita (Indonesia) bisa lugas menyatakan Israel tidak bisa kerja sama dengan Indonesia kenapa Myanmar dibiarkan, padahal kejahatannya sama bahkan lebih sadis, jumlah korbanya lebih besar," tegas dia.
Tak kunjung mendapat respons, KNSR pun mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar lagi pada pekan depan. Ibnu menegaskan, mereka juga berencana untuk menuntut Pemerintah Myanmar ke Mahkamah HAM Internasional.
"Maka 10 Desember kita ingin supaya dukungan masyarakat kita kuat dan akan kita seret ke Mahkamah HAM Internasional. Kita ingin ada perubahan di Myanmar, posisi negara diubah," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
