Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Agustus 2020 | 02.12 WIB

Smart Hydroponic ala Ronny Tanumihardja

FOKUS HIDROPONIK: Salah satu kebun Ronny Tanumihardja di kawasan Limo, Depok. Dia mengawinkan hobi bercocok tanam dengan disiplin arsitektur. (RONNY TANUMIHARDJA FOR JAWA POS) - Image

FOKUS HIDROPONIK: Salah satu kebun Ronny Tanumihardja di kawasan Limo, Depok. Dia mengawinkan hobi bercocok tanam dengan disiplin arsitektur. (RONNY TANUMIHARDJA FOR JAWA POS)

Mata langsung terasa segar begitu melihat posting-an Ronny Tanumihardja di akun Instagram-nya. Foto-foto tanaman sayuran hidroponiknya terlihat menggiurkan. Mulai sawi, tomat, hingga pakcoi.

---

RONNY menekuni bercocok tanam hidroponik dengan memanfaatkan halaman rumahnya di Kota Depok, Jawa Barat. Ukurannya sekitar 50 meter persegi. Menurut dia, lahan tersebut sudah sangat cukup untuk menuruti hobinya bercocok tanam.

Arsitek lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta itu mengaku mulai menanam sayur dengan cara hidroponik sekitar 2010 lalu. Awalnya, dia berpartner dengan seorang rekannya. Tetapi, sejak lima tahun terakhir, dia berkebun sendiri dan menggunakan brand Smart Hydroponic.

Ronny mengungkapkan, sebagai seorang arsitek, dirinya masih bisa menjalankan hobi berkebun hidroponik. Menurut dia, antara arsitek dan berkebun hidroponik bisa dijalankan dengan beriringan. ’’Inspirasi hidroponik saya sejak kecil memang suka alam. Suka tanam-tanam,’’ tuturnya Selasa lalu (25/8).

Saat ini, beraneka macam sayur dia tanam. Seperti kangkung, sawi, pakcoi, dan selada. Serta, ada tomat ceri yang tampilannya cukup cantik. Buahnya tidak terlalu besar. Tetapi, saat sudah masak, warnanya merah merona. Buahnya juga berderet rapi. Berbeda dengan tomat biasa.

Photo

FOKUS HIDROPONIK: Ronny Tanumihardja di salah satu kebunnya, kawasan Limo, Depok. Dia mengawinkan hobi bercocok tanam dengan disiplin arsitektur. (RONNY TANUMIHARDJA FOR JAWA POS)

Pria kelahiran Jakarta, 10 September 1963, itu berupaya mengawinkan hobinya bercocok tanam dengan disiplin ilmu arsitek. Sebelum berkebun dengan cara hidroponik, Ronny adalah seorang arsitek tulen. Termasuk juga konsultan taman.

Dalam perkembangannya, dia mulai memasukkan unsur hidroponik di dalam setiap desain taman yang dibuat. Tujuannya, taman tidak hanya indah untuk dipandang, tetapi bisa dinikmati juga. Sebuah taman yang ada sayur-sayurannya. Dia menegaskan tidak butuh lahan luas untuk berkebun. Selama ada tanah, tanaman atau sayuran bisa tumbuh. Bahkan di kos-kosan sekalipun.

Ronny juga menghasilkan sejumlah inovasi dalam hidroponik. Di antaranya adalah menanam dengan teknik rakit apung. Kemudian, dia juga menggunakan pompa air venturi. Menurut dia, adanya teknologi rakit apung dan pompa venturi itu merupakan kunci suksesnya dalam hidroponik.

Dia juga menegaskan, meski di kebun hidroponiknya sayuran tumbuh subur, orientasinya bukan bisnis jualan sayuran. Tetapi, dia lebih mengutamakan ilmu hidroponik. Dia ingin hidroponik semakin mudah dan murah untuk diterapkan masyarakat.

Dengan adanya pompa venturi itu, suplai oksigen di dalam air tetap terjaga. Ronny mengibaratkan sayuran yang ditanam dengan cara hidroponik itu layaknya sebuah ikan dalam akuarium. ’’Bisa menjadi lemas jika kurang oksigen,’’ jelasnya.

Selain oksigen, Ronny menyebut, berkebun dengan hidroponik tetap membutuhkan sinar matahari cukup. Idealnya, sehari tanaman tersinari matahari enam jam. Dia menegaskan, suplai air dalam teknik hidroponik bukan untuk mengganti sinar matahari.

Photo

PERCOBAAN BERHASIL: Ronny menjajal menanam tomat ceri di dataran rendah kawasan Depok. (RONNY TANUMIHARDJA FOR JAWA POS)




SUPAYA TANAMAN HIDROPONIK TUMBUH SUBUR

  • Jaga suhu udara dan kelembapan yang pas.

  • Durasi sinar matahari cukup. Disarankan minimal enam jam sehari.

  • Butuh temperatur air yang cukup dingin.

  • Nutrisi tanaman mencukupi.

  • PH air disesuaikan dengan jenis tanaman.

  • Air memiliki kandungan oksigen yang tinggi.


Sumber: Ronny Tanumihardja

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=WXipDDC002o

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore