Split Fiction, game dari EA yang diperkirakan masuk GOTY (Electronic Arts)
JawaPos.com - Panggung The Game Awards (TGA) 2025 semakin dekat, dan antusiasme komunitas gamer terus memuncak. Meski Game of the Year bersifat subjektif, sejumlah judul telah mencuri perhatian berkat kualitas pengembangan, ulasan kritikus, serta respons positif dari pemain.
The Game Awards ke-11, yang dijadwalkan pada 11 Desember, masih sangat terbuka. Grand Theft Auto 6, yang sebelumnya diperkirakan akan mendominasi penghargaan tahun ini, telah ditunda hingga 2026.
Hal ini akan membuat persaingan Game of the Year di ajang penghargaan terkemuka industri game menjadi jauh lebih sulit diprediksi. Berikut rangkuman 4 game yang diperkirakan kuat masuk nominasi The Game Awards 2025.
1. Clair Obscur: Expedition 33
Dikembangkan oleh Sandfall Interactive, studio yang digawangi mantan pegawai Ubisoft, Clair Obscur: Expedition 33 memukau dengan penceritaan matang, dunia imajinatif, dan sistem combat yang inovatif.
Dengan penjualan kumulatif: 3,3 juta kopi dalam 33 hari pertama, serta Raihan angka penjualan tinggi serta skor ulasan di atas 90 menunjukkan konsistensi kualitas yang menjadi kriteria utama nominasi GOTY.
2. Death Stranding 2: On The Beach
Death Stranding 2: On The Beach mengasah konsep traversal dan konektivitas sosial yang diperkenalkan di seri pertama. Pemain kembali menjadi porter yang membangun infrastruktur jalan sambil menghadapi makhluk supernatural dan tantangan cuaca ekstrem. Versi ini menambahkan variasi senjata inovatif, seperti bom gravitasi dan jaring dimensional untuk mempermudah distribusi barang dan pertahanan diri.
Cerita dipersingkat namun lebih fokus pada hubungan antar karakter, menekankan tema komunikasi di dunia terpecah. Integrasi sistem multiplayer asinkron memfasilitasi kolaborasi lintas pemain tanpa interaksi langsung, menciptakan komunitas penjelajah global.
Game karya Hideo Kojima ini mendapatkan posisi pertama di tangga penjualan fisik Inggris pada pekan peluncurannya.
3. Split Fiction
Split Fiction mengaburkan batas antara novel visual dan puzzle adventure dengan premis manipulasi ingatan. Pemain memasuki pikiran karakter utama untuk mengumpulkan fragmen memori, lalu menyusun ulang kronologi kejadian demi mengungkap kebenaran tersembunyi.
Mekanik pemilihan cerita bercabang menghasilkan beberapa garis waktu yang saling terkait, memancing pemain mengulang babak demi memperoleh ending terbaik. Tampilan grafis monokrom dengan aksen warna intens menghadirkan suasana misteri yang kental, sedangkan musik ambient memperkuat ketegangan.
Fokus pada narasi kompleks dan puzzle berpikir kritis membuatnya cocok bersaing di kategori Best Narrative dan Best Indie. Game keluaran EA ini berhasil menjual 1 juta kopi terjual dalam 48 jam pertama perilisannya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
