Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2023 | 17.50 WIB

Menjaga Kenari Tetap Fit Memasuki Musim Hujan, Tambah Pakan dengan Biji Niger hingga Pasang Lampu Penghangat

Kenari Lizard. - Image

Kenari Lizard.

Peralihan musim dari kemarau ke musim hujan kadang membawa dampak. Perubahan cuaca yang relatif lebih cepat bisa mengakibatkan kondisi burung drop. Termasuk kenari.

KENARI amat mudah dipelihara. Tidak memerlukan perawatan rumit. Namun, pada jangka kala tertentu seperti memasuki musim hujan saat ini, kebugaran burung bisa menurun. Lantaran itulah, dibutuhkan perawatan ekstra.

Eggy Gilang Munggaran, pemilik penangkaran kenari BRG Canary, Bandung, menyampaikan beberapa kunci untuk menjaga kondisi burung tetap prima saat memasuki musim hujan.

Pertama, dia menambahkan proteksi pada kandang. Yakni, memasang kerodong yang menutupi sangkar ternak. Penggunaan kerodong sangat dianjurkan saat malam atau ketika cuaca cukup ekstrem.

’’Kerodong akan menghindarkan kenari dari terpaan langsung angin kencang,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos pekan lalu.

Kedua, memperkuat daya tahan burung. Pria berusia 37 tahun itu memberikan asupan pakan kenari dengan pakan berkalori tinggi. ’’Biasanya saya menambahkan biji niger pada pakan. Khasiatnya, menghangatkan tubuh burung,’’ ujarnya.

NGEMONG: Induk kenari membutuhkan gizi ekstra karena harus menyuapi anaknya yang baru menetas hingga mereka bisa makan sendiri.

Asupan itu tentu berbeda dengan pakan keseharian di luar musim hujan. Biasanya, untuk kondisi normal, pria yang menggandrungi kenari sejak 2013 tersebut hanya memberikan pakan biji-bijian olahan yang banyak dijual di kios burung.

Menu itu juga diselingi makanan ekstra (extra-fooding) untuk kenari. Misalnya, sawi hijau dan telur puyuh rebus. ’’Itu pun sangat mudah didapatkan,’’ katanya.

Berikutnya, strategi ketiga, menjaga kebutuhan kenari akan paparan sinar. Tidak dimungkiri, saat musim hujan, sinar matahari kadang sangat minim. Acap kali langit tertutup mendung, bahkan hingga sepanjang hari. Kenari membutuhkan sinar untuk menghangatkan tubuh dan mengeringkan bulu-bulu mereka.

Untuk mengatasi kondisi seperti itu, Eggy menggunakan sinar buatan dengan lampu. ’’Jadi, saya memasang lampu di bagian atas sangkar sehingga kenari bisa tetap mendapat paparan sinar yang menghangatkan,’’ ucapnya.

Di luar ketiga hal tersebut, Eggy menegaskan, kebersihan kandang mutlak senantiasa dijaga. Dia menyarankan, kandang harus dibersihkan setiap hari supaya jauh dari serangan penyakit. ’’Kandang bersih merupakan kunci kenari sehat setiap saat,’’ tegasnya.

Dia mengungkapkan, ada sejumlah penyakit yang rawan menyerang kenari pada masa pancaroba. Yang paling jamak adalah penyakit dengan gejala bulu mengembang, kaki diangkat sebelah ketika bertengger, nafsu makan menurun, serta jarang berkicau.

Sementara pada musim hujan, yang paling dominan adalah gangguan pernapasan pada burung. ’’Biasanya flu. Tandanya, lubang hidung mengeluarkan cairan. Burung juga bersin-bersin,’’ ungkapnya.

NGEMONG: Induk kenari membutuhkan gizi ekstra karena harus menyuapi anaknya yang baru menetas hingga mereka bisa makan sendiri.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore