
Photo
JawaPos.com - Masyarakat dihadapkan pada kesulitan karena sendi-sendi ekonomi yang menjadi tumpuan hidup juga turut terdampak akibat pandemi Covid-19. Hampir sebagian besar aktivitas berjalan secara daring di rumah. Bagi sebagian orang, kejenuhan saat pandemi begitu terasa. Namun, berbeda dengan komunitas pecinta game online.
Pandemi covid-19 tidak memberi pengaruh besar. Bahkan, permainan game online semakin tumbuh pesat di tengah ancaman virus. Kini, makin banyak gamer profesional lahir dan mendulang sukses di dunia game.
Kebiasaan yang semula hanya sekadar hobi kini menjadi rutinitas yang mengasyikkan, dan kabar baiknya juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Selain itu, game online sekarang juga telah ditetapkan pemerintah sebagai satu cabang olahraga e-sport yang melatih dan menguji kecekatan para pemainnya.
“Game bukan semata-mata hanya sebuah permainan belaka. Memainkan game, berguna untuk menguji daya pikir manusia. Hingga daya pikir manusia akan bekerja untuk mendapatkan solusi untuk setiap masalah yang dihadapi," tutur Dhaifina Agung yang kerap disapa Dhyfina, pemain game Mobile Legends profesional kepada media, Jumat (24/9).
Di dunia komunitas gaming, Dhyfina ini merupakan salah satu pemain profesional atau pro-player yang sudah diakui kemampuannya di dunia gaming. Tingkat kemampuan seorang pro-player tidak akan diragukan lagi. Permainannya yang apik membuat para viewers tercengang dengan cara kerja pikirannya dalam memenangkan permainan.
“Dalam memainkan sebuah game, kita akan dihadapkan dalam penyelesaian sebuah misi. Sehingga, kita dituntut untuk memecahkan misi tersebut hingga kita dapat menaikkan level atau bahkan memenangkan permainan yang kita mainkan," tutur Dhyfina yang juga seorang mahasiswi
Seperti kebanyakan, para pecinta game online identik berasal dari komunitas laki-laki. Tapi uniknya, Dhyfina justru hadir sebagai seorang gamer perempuan dengan kemampuannya tak kalah jago dibandingkan para gamer laki-laki.
Menurut Dhyfina, bermain game bukan semata soal gender. Di zaman milennial dan digital ini, game online juga banyak dilirik dan digandrungi oleh kalangan perempuan.
"Menurut saya, perempuan juga bisa jadi pro-player dan dunia game tidak hanya dunia bermain. Karena dari jadi gamer, saya bisa beli dream car dan memberangkatkan umroh kedua orang tua saya," tuturnya.
Saat ini, game online atau biasa dikenal dengan e-sport telah mengalami perkembangan pesat di dunia gaming. E-sport merupakan salah satu olahraga yang tengah populer dan sangat digemari oleh para remaja milenial dan biasanya dimainkan dengan telepon seluler atau PC.
Perempuan asal Cirebon tersebut mengaku tertarik dengan game online karena dimainkan dengan penuh tantangan, terutama bagaimana cara pemainnya memecahkan misi bahkan memenangkan permainan.
Memiliki skill permainan yang tenang namun apik serta dapat melemahkan lawannya dengan brutal adalah salah satu kemampuannya. Bermula dari hobi ketika jenuh saat masa pandemi, Dhyfina kini sudah menyandang status pro-player dalam game online Mobile Legends.
Selain itu, Dhyfina juga peraih silver play button Youtube, dan menjadi official facebook gamers. Tak hanya itu, dunia gaming juga telah mengubah sosok Dhyfina menjadi perempuan mandiri.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
