Tahun lalu, ByteDance memutuskan untuk menghentikan unit pengembangan game yang berbasis di Shanghai, 101 Studio. Pada bulan ini, ByteDance mengatakan akan memperbarui unit virtual reality.
Perusahaan ini akan mengubah unit virtual reality (VR) Pico untuk fokus pada pengembangan perangkat keras, mengurangi perangkat lunak, dan segala hal yang berhubungan dengan game.
Kesepakatan ByteDance untuk mengakuisisi Moonton disusul dengan adanya kebijakan pemerintah Tiongkok yang secara tiba-tiba melarang bisnis video game.
Kebijakan pemerintah Tiongkok ini mengakibatkan industri pengembangan game mengalami penurunan penjualan untuk pertama kalinya pada tahun lalu.
Pihak Moonton menyatakan di situs resminya bahwa perusahaan ini memiliki lebih dari 1.600 karyawan dari seluruh dunia. Selain di Tiongkok, perusahaan ini juga beroperasi di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
