Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 September 2023 | 16.39 WIB

Konsep Farm-to-Table Jadi Pintu Masuk agar Lebih Bijak

NJAWANI: Mangut lele menjadi salah satu menu yang digemari pelanggan. - Image

NJAWANI: Mangut lele menjadi salah satu menu yang digemari pelanggan.

PEMERHATI lingkungan sekaligus founder Zero Waste Adventure Siska Nirmala menyambut baik tren farm-to-table. Bagi orang awam, dampak dari langkah para pelaku farm-to-table memang kurang terlihat. Namun, menurut Siska, konsep tersebut membawa dampak yang signifikan. Setidaknya para pelakunya menaruh kepedulian pada isu sustainability.

”Menurutku, mereka dengan kapasitas masing-masing telah ikut menyuarakan kelestarian alam lewat pola makan yang lebih ramah lingkungan,” tuturnya kepada Jawa Pos kemarin (9/9).

Konsep farm-to-table bisa menjadi pintu masuk untuk menemukan solusi bagi kerusakan lingkungan. Lewat kebiasaan mengonsumsi olahan bahan pangan yang kita tanam sendiri, masyarakat diajarkan untuk menjadi bijak dalam mengonsumsi makanan.

Memenuhi kebutuhan sehari-hari lewat kebun sendiri adalah langkah penting dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dengan berkebun, masyarakat diajak memikirkan penggunaan pupuk dan bahan-bahan kimia untuk tanaman yang dibudidayakan. Itu juga menjadi cara yang jitu untuk memperhatikan kualitas makanan yang kita konsumsi.

”Ya, seperti yang kubilang tadi, solusi teh ada banyak pintu masuknya. Banyak banget pendekatannya. Farm-to-table cuma salah satu bentuk pendekatan atau solusi untuk mengajak orang lebih bijak dalam konsumsi,” tandasnya. (mia/c14/hep)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore