
Dodo enjoy di dalam stroller pink-nya. Vien mengadopsi Dodo di usia 3 bulan.
JawaPos.com - Sebagaimana bayi, Dodo anteng saat digendong Mami Vien Ishariyanti. Begitu pula saat diajak jalan-jalan pakai stroller dengan outfit yang lucu-lucu. Rahasia di balik nurut mode: on itu cuma satu, si oyen harus dalam kondisi kenyang.
Selain imut, kucing ras munchkin dikenal punya tingkah laku yang manis. Tak heran, meski Dodo berbulu oren –yang sering dibilang paling ”barbar” di antara kucing-kucing lainnya, tapi ia sama sekali nggak pernah ngereog. Justru sangat penurut.
Misalnya, saat sang mami mendandaninya dengan baju kucing dan aksesori topi plus kacamata. ’’Dodo enjoy aja didandanin dari kecil, udah terlatih,” ungkap Vien.
Anak kucing yang baru berusia 5 bulan itu juga terbiasa digendong menggunakan gendongan selempang. Tubuh munchkin yang kecil dengan kaki pendek memudahkan Vien menggendongnya. Dodo pun jadi betah dan nyaman. Dibawa ke tempat umum pun nggak berontak.
’’Pas orang lain tahu dalam gendongan itu kucing, ada yang mendekat, mengelus, minta foto juga. Dodo kalau dielus atau dipegang masih mau, kalau digendong orang lain nggak mau,” beber mami Dodo itu.
Sekali dalam sepekan, Vien rutin mengajak anabulnya tersebut hang out. Mulai ke taman, swalayan, hingga mal. Tentu dengan menggendongnya supaya lebih aman. ’’Yang paling penting, Dodo harus dalam kondisi kenyang. Sebelum berangkat harus sudah makan. Harus sudah pip dan pup juga,” ujarnya.
Dibutuhkan beberapa kali latihan agar anabul terbiasa di keramaian. Begitu pun saat Vien membiasakan Dodo naik motor. Di awal, Dodo masih ketakutan mendengar suara kendaraan lain. Kini, Dodo lebih santai dan menikmati saat digendong sambil motoran.
Saking nyamannya, terkadang dia sampai tertidur dalam gendongan. ’’Cara membiasakannya ya dengan sering-sering diajak naik motor aja, diajak main di luar, tapi selalu digendong biar aman,” tuturnya.
Jika capek menggendong, Vien mengajak Dodo jalan-jalan ke luar dengan stroller berwarna pink. Itu kenapa pengikut Dodo di media sosial menyebutnya seperti bayi manusia, bukan kucing.
Vien mengadopsi Dodo sejak berusia 3 bulan. ’’Dodo paling bontot, salah satu di antara enam kucingku, ada yang hasil adopsi dari kucing telantar juga,’’ katanya.
Vien mengungkapkan, mengadopsi kucing yang terpenting sudah divaksin dan diberi obat cacing. Tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas kucing tersebut, tetapi juga tidak cemas ia bakal menularkan penyakit ke kucing lain di rumah.
’’Nah, biar kucing lama sama kucing baru cepet berteman, sering kasih makan snack bareng dengan teknik sharing satu bungkus. Sering diajak main bareng juga,” urainya.
Perawatan ras munchkin, menurut Vien, terbilang mudah. Sebab, Dodo termasuk jenis bulu pendek atau shorthair. Vien meng-grooming sendiri anabulnya itu 1–2 minggu sekali. Vitamin juga rutin diberikan agar kesehatannya terjaga. (lai/c12/nor)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
