
SAAT USIA SETAHUN: Yudi memangkas daun tabebuya saat akan pindah media. Kemudian tanaman dibiarkan dalam posisi tidur hingga tumbuh daun baru.
Tabebuya saat ini semakin populer di Indonesia. Tanaman asal Brasil itu juga banyak menghiasi jalanan Kota Surabaya. Ketika bunga bermekaran, masyarakat kerap menyebutnya sebagai ’’sakura’’ versi Indonesia.
SEBAGIAN besar orang sering kali menyamakan tabebuya dengan sakura. Sebab, bunga dari dua tanaman tersebut nyaris serupa. Namun, sejatinya keduanya adalah tanaman yang berbeda. Bahkan tidak berkerabat.
Di Surabaya, tabebuya menjadi salah satu tanaman yang banyak dijumpai di sepanjang kota. Mulai jalan protokol Kota Pahlawan hingga taman-taman. Keindahan bunga tabebuya dapat dinikmati setiap Oktober-November. ’’Puncak tanaman tabebuya berbunga pada Oktober-November,’’ kata Yudi, koordinator Kebun Bibit Wonorejo, saat dijumpai Jawa Pos pada Kamis (6/7) lalu.
Hingga saat ini, lebih dari puluhan ribu pohon tabebuya ditanam menyebar di Kota Surabaya. Bahkan, Pemkot Surabaya membudidayakan pohon tabebuya di Kebun Bibit Wonorejo. Dari hasil pembibitan tersebut, pohon tabebuya siap ditanam di setiap sudut Kota Surabaya. ’’Sudah lebih dari 15 tahun, Kebun Bibit Wonorejo membudidayakan tabebuya. Semua pohon tabebuya yang ditanam di Surabaya diambil langsung dari Kebun Bibit Wonorejo,’’ ujarnya.
SAAT USIA SETAHUN: Yudi memangkas daun tabebuya saat akan pindah media. Kemudian tanaman dibiarkan dalam posisi tidur hingga tumbuh daun baru.
Pohon tabebuya memiliki kekuatan pada daun yang tidak mudah rontok. Saat bunga bermekaran, keindahannya pun terlihat seperti bunga sakura. Kota Surabaya pun terlihat eksotis. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang menikmati momen bunga tabebuya bermekaran dengan berfoto. ’’Pohon tabebuya ini sangat indah. Budi dayanya sangat mudah dan sangat cocok ditanam di daerah tropis,’’ jelasnya.
Yudi menyatakan, pembibitan tabebuya hanya membutuhkan biji dari bunga tanaman tersebut. ’’Kadang kami dapat biji dari bunga-bunga tabebuya yang rontok atau metik sendiri,’’ ujarnya.
Kemudian, biji bunga tabebuya disebarkan ke bidang tanah yang sudah digemburkan dengan pupuk dan sekam. Jadi, biji bunga tidak perlu dikeringkan terlebih dahulu. Sebab, biji bunga tabebuya terlalu tipis sehingga bisa langsung disemai. ’’Proses penyemaian kurang lebih satu bulan. Biji yang disemai akan tumbuh menjadi bibit,’’ kata dia.
Setelah itu, lanjut dia, baru dipindah ke polybag. Sebagaimana proses penyemaian, tanah di polybag harus diberi pupuk dan sekam. Tujuannya, agar tanah gembur sehingga akar tanaman bisa cepat tumbuh. ’’Kalau tanahnya keras, akar tidak bisa leluasa tumbuh,’’ jelasnya.
TUMBUH BAGUS: Yudi mengecek posisi tabebuya yang sudah ditanam dalam posisi berdiri. Selain suka sinar matahari, tabebuya harus sering disiram.
Yudi menambahkan, penanaman di polybag membutuhkan waktu 2 bulan untuk tumbuh setinggi 30–40 sentimeter. Setelah itu, tanaman baru bisa dipindah ke lahan yang lebih luas dan panas. ’’Tabebuya adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan baik ketika langsung terkena sinar matahari,’’ imbuhnya.
Setelah dipindahkan ke lahan yang lebih luas dan panas, bibit tabebuya dirawat seperti biasa dengan menyiraminya sehari sekali agar tetap terhidrasi. Setelah kurang lebih satu tahun, tanaman tabebuya dicabut dan diganti dengan media karung plastik glangsing. ’’Saat pemindahan ke media glangsing, semua daun tabebuya dipangkas. Kemudian, pohon tabebuya tersebut dibiarkan dalam posisi tidur dan dibiarkan hingga tumbuh daun yang baru,’’ ujarnya.
Yudi menyatakan, pohon yang sudah tumbuh daun baru dipindah posisi berdiri. Setelah itu, pohon tabebuya siap ditanam di seluruh penjuru Surabaya. Sekali penyemaian setidaknya menghasilkan 5–10 ribu bibit. Di Surabaya, ada tanaman tabebuya pink, putih, dan kuning. ’’Kami tidak hanya menanam tabebuya, tetapi ke depan juga mengembangkan tanaman Jacaranda, tanaman yang berbunga ungu,’’ kata dia. (ayu/c12/ai)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
