alexametrics

Sembarangan Cantumkan Nama Maspion pada Video Kecelakaan

29 Oktober 2021, 05:48:06 WIB

KABAR viral kadang tak terlepas dari tambahan informasi yang sembarangan. Misalnya, informasi yang beredar melalui rekaman amatir yang menyebut pesepeda angin dibegal lantaran sepedanya seharga Rp 250 juta. Katanya, korban merupakan anak dari pengusaha Maspion.

”Anaknya Maspion naik sepeda yang harganya 250 juta… dibacok tangannya….sepedanya diambil.” Begitu keterangan yang menyebar melalui Twitter dan Facebook. Salah satunya disebarkan pemilik akun Twitter @Shintar78160014 Rabu (27/10) (bit.ly/250Juta).

Di Facebook, informasi itu disebarkan akun Fangz Wijaya yang menyebut korban pembegalan adalah bos Maspion. ”Bos Maspion naik sepeda. Tangannya ditebas sama perampok sampai putus. Sepedanya diincar seharga 250 jt,” tulis akun tersebut sembari menge-tag berbagai akun kemarin (27/10) (bit.ly/BosMaspion).

Tentu informasi itu jadi ganjil. Sebab, dua informasi sebelumnya menyebut informasi berbeda, yakni anak dan bos. Bahkan, ada kabar yang beredar melalui WhatsApp yang menanyakan pembegalan terjadi di Surabaya atau Sidoarjo.

Saat Jawa Pos meminta konfirmasi, Koordinator Bike to Work Surabaya H.A. Restia menyatakan bahwa kejadian bukan di Surabaya ataupun Sidoarjo. ”Bukan. Kejadian di tanjakan Bintaro Loop. Saya dapat informasi itu sepekan lalu pada 20 Oktober 2021,” ujar perempuan yang kerap disapa Tante Tia tersebut.

Dia mengungkapkan, informasi itu viral beberapa hari terakhir. ”Semoga ini jadi pelajaran dan lebih berhati-hati. Semoga segera pulih,” tuturnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko menjelaskan bahwa insiden itu murni kecelakaan. Tak ada kaitan dengan kriminalitas. Selain itu, lokasi kejadian bukan di Surabaya. Pihaknya telah melakukan pengecekan, baik di Surabaya maupun Sidoarjo. ”Tidak ada laporan kejadian tersebut. Hasil cari informasi dari jajaran, terjadi di Tangerang,” katanya kemarin.

Disinggung tentang korban yang berkaitan dengan PT Maspion, Gatot menegaskan bahwa informasi itu juga hoax dan menyesatkan. ”Kami sudah konfirmasi dengan Maspion. Itu hoax. Nggak ada soal anaknya atau bosnya. Jangan percaya,” tegasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c14/jun

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads