alexametrics

Strip Logam di Masker Medis Bukan Antena 5G

28 Juli 2020, 15:35:29 WIB

JawaPos.com – Sebuah video yang diunggah ke laman Facebook dan mengklaim bahwa strip logam pada masker medis berfungsi sebagai antena 5G telah menyedot perhatian publik. Namun, sudah saatnya para penyebar rumor itu membuka mata mereka.

“Antena pembunuh, tepatnya antena 5G pembunuh. Itulah yang ada di dalam masker yang harus dipakai semua orang,” demikian disebutkan dalam video yang diunggah Makedah Boyce pada 20 Juni. “Mereka meminta Anda memakainya agar Anda bisa bernapas tepat di atas lubang hidung Anda, sehingga Anda dapat menghirupnya dan itu akan langsung masuk ke otak Anda dan memulai penghancuran,” ujar sang narator, yang menganjurkan orang-orang untuk membuat sendiri masker mereka. Facebook sudah menandai video tersebut sebagai hoaks, seperti dikutip Antara dari Xinhua.

Faktanya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sejumlah pakar kesehatan, satu-satunya fungsi dari strip logam itu adalah untuk meningkatkan efek melindungi pada masker medis.

Dalam video WHO yang menjelaskan cara mengenakan masker medis, Dr. April Baller, pakar pengendalian infeksi dari organisasi tersebut, mengatakan, “Temukan bagian atas dari masker, bagian itu biasanya ditandai dengan adanya strip logam.” Baller menginstruksikan para pengguna untuk memakai masker kemudian menambahkan, “Cubit strip logam itu untuk menyesuaikannya dengan bentuk hidung Anda.”

Dalam sebuah video dari program Bloomberg QuickTake News, Seto Wing Hong, salah satu direktur di Pusat Kolaborasi Bidang Epidemiologi dan Pengendalian Penyakit Menular WHO, menunjukkan bagian atas masker dan mengatakan, “Bisakah Anda melihat ini? Strip logam yang kuat, kecil, dan tebal ini? Ini untuk menunjukkan bahwa Anda harus meletakkannya di atas. Mengapa? Karena saat Anda mengenakan masker, Anda perlu menekannya sampai menjepit hidung Anda, lalu Anda menarik masker ke bawah.”

Strip logam pada masker bedah memungkinkan masker itu untuk “dibentuk sesuai dengan hidung penggunanya agar lebih nyaman dipakai,” menurut juru bicara 3M, produsen alat pelindung diri (APD), seperti dikutip Reuters.

Terkait risiko kesehatan dari 5G, WHO pada Februari lalu mengatakan melalui situs webnya bahwa “setelah melakukan banyak penelitian, tidak ada dampak kesehatan yang merugikan terkait dengan paparan teknologi nirkabel.” (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Antara



Close Ads