
KMP Portlink VII bantu urai antrean kendaraan di pelabuhan Ketapang. (Istimewa)
JawaPos.com — Arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Jawa–Bali dipastikan tetap berjalan lancar meski terjadi peningkatan volume kendaraan. Di balik kepadatan itu, Polresta Banyuwangi bergerak cepat menyiapkan strategi agar perjalanan pemudik tetap aman dan nyaman.
Kawasan Pelabuhan Ketapang menjadi titik krusial yang tak pernah sepi dari pergerakan kendaraan. Di sinilah ritme perjalanan ribuan pemudik setiap harinya diuji, terutama menjelang puncak arus mudik.
Kapolresta Banyuwangi Rofiq Ripto Himawan menegaskan seluruh personel telah disiagakan penuh di lapangan. Fokus utama diarahkan pada pengaturan lalu lintas agar kendaraan tetap bergerak tanpa hambatan berarti.
Baca Juga:Alasan Raphinha Beri Tendangan Penalti ke Lamine Yamal saat Barcelona Libas Newcastle United
“Kami memastikan seluruh personel di pos pengamanan Ketapang sigap dalam mengatur ritme kendaraan. Meski volume meningkat, arus kendaraan tetap bergerak konsisten tanpa hambatan berarti,” ujar Rofiq.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus kendaraan menuju dan keluar Bali mengalami peningkatan signifikan. Namun kondisi tersebut masih berada dalam kategori padat lancar, sebuah situasi yang dinilai cukup ideal di tengah lonjakan musiman.
Petugas ditempatkan di berbagai titik strategis untuk menjaga kelancaran arus. Mulai dari akses masuk pelabuhan hingga area parkir siap muat, semua dijaga dengan pengawasan ketat.
Tak hanya fokus pada teknis lalu lintas, kepolisian juga mengedepankan pendekatan humanis kepada pemudik. Edukasi terus diberikan agar masyarakat tetap tertib dan tidak memaksakan diri di tengah antrean panjang.
Kapolresta mengingatkan pentingnya kesabaran saat berada di jalur penyeberangan. Ia juga meminta pemudik untuk mematuhi arahan petugas demi kelancaran bersama.
Di sisi lain, langkah antisipatif juga disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik. Skema rekayasa lalu lintas menjadi salah satu strategi utama yang akan diterapkan secara situasional.
Wakasatlantas Polresta Banyuwangi Ridho Rinaldo Harahap menjelaskan berbagai opsi telah disiapkan sejak awal. Tujuannya jelas, mengurai kepadatan sebelum berubah menjadi kemacetan panjang.
“Sejumlah skema telah kami siapkan, termasuk pengalihan arus, sistem buka-tutup, hingga pengaturan kantong parkir kendaraan,” jelasnya.
Rekayasa lalu lintas ini akan diterapkan secara fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan. Petugas akan mengambil keputusan cepat berdasarkan dinamika arus kendaraan yang terus berubah.
Sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran jalur ini. Kepolisian bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Dinas Perhubungan, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Koordinasi dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh proses berjalan tanpa hambatan. Mulai dari kedatangan kendaraan, antrean, hingga proses keberangkatan kapal terus dipantau secara real time.
