Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Februari 2026 | 20.55 WIB

Hati-hati! 5 Risiko Kurang Minum Saat Puasa, Berdampak Serius pada Kesehatan

4. Bau Mulut, Mulut Kering, dan Masalah Kesehatan Mulut

Produksi air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan bakteri di rongga mulut. Saat puasa, produksi air liur menurun secara alami. Jika asupan cairan saat sahur dan berbuka juga kurang,maka kondisi mulut kering akan semakin parah.

Dampak yang sering muncul antara lain; bau mulut, bibir pecah-pecah, tenggorokan terasa kering, dan rasa tidak nyaman saat berbicara.

Kurangnya air liur membuat bakteri di mulut lebih mudah berkembang. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko masalah gigi dan gusi.

Walau bau mulut saat puasa wajar terjadi, kondisi ini bisa diminimalkan dengan menjaga kebersihan mulut dan memastikan tubuh terhidrasi dengan minum air putih yang cukup saat berbuka dan sahur.

5. Risiko Gangguan Ginjal dalam Jangka Panjang

Ginjal berfungsi menyaring limbah dan racun dari darah melalui urine. Proses ini membutuhkan cairan yang cukup. Ketika tubuh kekurangan air, urine menjadi lebih pekat, sehingga zat sisa metabolisme lebih mudah mengendap.

Jika kondisi ini terjadi berulang, risiko gangguan ginjal, termasuk pembentukan batu ginjal, dapat meningkat.

Gejala awal gangguan ginjal akibat kurang cairan sering kali tidak disadari, seperti frekuensi buang air kecil berkurang, warna urine lebih gelap, dan rasa nyeri di punggung bagian bawah.

Dalam jangka panjang, kebiasaan kurang minum saat puasa dapat memperberat kerja ginjal, terutama bagi orang yang memiliki riwayat gangguan ginjal atau sering mengonsumsi minuman tinggi gula dan berkafein.

Cara Memenuhi Kebutuhan Cairan Selama Puasa

Agar terhindar dari berbagai risiko di atas, penting untuk mengatur strategi minum selama puasa. Salah satu cara sederhana yang bisa diterapkan adalah pola 2-4-2, yaitu; 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas air putih di antara waktu berbuka dan sahur, dan 2 gelas air putih saat sahur.

Selain itu, perbanyak konsumsi buah dan sayur yang tinggi kandungan air seperti semangka, melon, mentimun, dan jeruk.

Batasi minuman berkafein karena bersifat diuretik dan dapat meningkatkan pengeluaran cairan, dan hindari minuman terlalu manis yang bisa membuat cepat haus.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore