Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Juni 2018 | 22.56 WIB

Pelanggaran Tarif Bus Berpotensi Muncul di Tengah Perjalanan

Kadishub Kota Surabaya saat mengecek armada di kantor PO Kalisari, Senin (4/6) - Image

Kadishub Kota Surabaya saat mengecek armada di kantor PO Kalisari, Senin (4/6)

JawaPos.com - Dishub Kota Surabaya semakin rutin mengecek armada bus jelang arus mudik Lebaran. Seperti yang dilakukan pada Senin (4/6). Mereka mendatangi Terminal Tambak Osowilangun.


Kadishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menjelaskan, seluruh persiapan sudah dilakukan. Pada kondisi rutin, armada bus yang tersedia di terminal Purabaya dan Tambak Osowilangun berjumlah sekitar 900 unit.


Saat puncak arus mudik nanti, diprediksi ada 1.300 armada yang melayani berbagai rute. "Problemnya bukan di terminal. Tapi di luar terminal," jelas Irvan.


Irvan mencontohkan misalnya saat terjadi kemacetan. Berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya kalau terjadi kemacetan bus terlambat datang. PO bus juga berpikir dua kali untuk melayani penumpang. "Biasanya kalau jarak pendek bisa dua sampai tiga kali narik. Kalau macet bisa-bisa cuma sekali," tambahnya.


Hal itu terjadi karena PO juga tidak mau merugi. Karena kemacetan, waktu dan keuntungan mereka dari karcis juga terkuras.


Dari sanalah kemudian beberapa oknum PO yang nakal, memanfaatkan situasi. "Mereka naikkan tarif seenaknya. Rata-rata pelanggaran tarif di luar terminal," tutur alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut.


Irvan mengimbau kepada para penumpang agar tak segan untuk melapor apabila merasa dicurangi. Mereka bisa melapor ke pos-pos polisi atau terminal tujuan terdekat. Nanti laporan itu akan diteruskan oleh petugas lapangan.


"Kalau Antar Kota Dalam Provinsi diteruskan ke (Dishub) Provinsi. Kalau Antar Kota Antar Provinsi ke Kementerian," ujarnya.


Selain itu, Irvan mengimbau agar masyarakat jeli untuk naik bus. Mereka bisa melihat stiker yang biasanya menempel di kaca bagian depan. Sebab Dishub menjamin bahwa bus berstiker itu tidak akan berbuat curang.


Penumpang juga bisa mencatat tarif yang tertera sebelum naik bus. Sehingga saat sudah berangkat, mereka bisa tahu apabila kondektur menarik ongkos di atas tarif yang telah ditentukan.


"Ekonomi tarif atas dan bawah, sudah terpampang di terminal. Kalau patas diserahkan ke operator, biasanya pengguna (patas) lebih tahu kualitas bus," ucapnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore