Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Mei 2018 | 00.07 WIB

Pertengahan Ramadan, Produsen Songkok Mulai Banjir Orderan

Abdul Salam Razak, pengusaha songkok saat ditemui di lokasi usahanya, di jalan Kodingareng, Kecamatan Wajo, kota Makassar, Senin (28/5). - Image

Abdul Salam Razak, pengusaha songkok saat ditemui di lokasi usahanya, di jalan Kodingareng, Kecamatan Wajo, kota Makassar, Senin (28/5).

JawaPos.com - Memasuki pekan kedua bulan suci Ramadan, produsen songkok di Makassar kebanjiran orderan. Hal itu dirasakan Abdul Salam Razak, 51, pengusaha songkok di jalan Kodingareng, Kecamatan Wajo, Makassar.


Dia mengaku, cukup banyak melayani permintaan dari konsumen memasuki pertengahan bulan puasa ini. Dia mengatakan, permintaan konsumen membludak. Sangat signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa sebelum bulan suci Ramadan tiba.


"Dibandingkan sebelum puasa kita buat 100 biji perhari, masuk puasa pertengahan ini, bisa sampai 500 biji perhari," ungkapnya kepada JawaPos.com, saat ditemui di tempat usahanya, Senin (28/5).


Permintaan konsumen, katanya, datang dari berbagai daerah. Bukan hanya kota Makassar, melainkan luar Sulawesi, hingga keluar Indonesia. Bahkan saking membludaknya permintaan di momentum Ramadan, membuatnya sedikit kewalahan untuk menyelesaikan semua permintaan.


"Kalau mereka yang pesan biasanya, banyak yang punya dagangan atau penjual-penjual juga pada umumnya. Nanti setelah mereka ini ambil di kita, kemudian mereka jual kembali di pasar atau di daerah-daerah. Rata-rata hampir semua pemesannya di kita, seperti itu. Terakhir kita dapat pemesanan sampai di Malaysia, tapi melalui orangnya yang datang langsung kesini," jelasnya.


Karena usaha konveksi seniri, sebagian besar menggunakan alat produksi manual. Untuk memenuhi semua permintaan cepat para konsumen, ia mengaku terpaksa menambah jam kerja.


"Tenaga kerja sampai jam kerja juga mau tidak mau kita harus tambah jadi dua kali lipat. Dulunya kita pakai sampai lima atau enam orang, sekarang-sekarang ini kita pakai dua puluh sampai tiga puluh orang tambahan. Sifatnya, jadi mereka kita kontrak," ucapnya.


Untuk modal dan pendapatan diakui Abdul Salam, nilainya tentu sangat jelas berbeda jauh dengan sebelum masuknya bulan Ramadan. Hanya saja, usaha pembuatan sekaligus konveksi songkok ini katanya mesti digarap dengan sabar.


Hal itu dikarenakan, membludaknya pesanan hanya pada saat momentum Ramadan tiba, sementara untuk hari-hari biasa, pendapatannya terbilang cukup standar.


"Kalau sebelum puasanya paling tinggi perbulan cuman dapat lima puluh juta, sementara kalau bulan puasa ini bisa sampai lima kali lipat sekitar dua ratus sampai tiga ratus juta, perpesanan dari konsumen," ucapnya.


Ditempat ini, konsumen juga ditambahkan Abdul Salam kadang kala memesan songkok dengan motif yang berbeda-beda. Mulai dari motif, klasik, gaya kekinian, hingga motif piala dunia.


"Jadi selain pesanan model songkoknya, model cetakannya juga konsumen mintanya kadang beda-beda. Apalgikan kita juga sediakan banyak motif, jadi itu mungkin yang buat berbeda dan pada umumnya banyak mereka cari," pungkasnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore