
UNTUK SESAMA: Penyerahan sedekah dari Paguyuban K2S untuk warga yang membutuhkan di Kupang. (IMRAN LIARIAN/TIMOR EXPRESS)
JawaPos.com - Berada di perantauan, Ramadan biasanya jadi medium para perantau Jawa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk berinteraksi. Entah dengan menggelar buka bareng, Tarawih berjamaah, atau tadarus bersama.
Makanan khas tanah kelahiran menjadi pelengkap. Tapi, pandemi Covid-19 jadi tembok tebal penghalang.
”Kami semua mematuhi protokol terkait pandemi Covid-19 sehingga semua (kegiatan ibadah) dilaksanakan di rumah,” ujar Poedji Watono, ketua Kontak Kerukunan Sosial (K2S), paguyuban komunitas Jawa di Bumi Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor), sebutan NTT.
Tapi, tidak berarti tak ada yang bisa dilakukan sama sekali. K2S memilih memaknai Ramadan di tengah situasi sulit sekarang dengan berbagi untuk sesama.
K2S memilih memberikan sedekah atau berbagi untuk sesama. ”Bukan hanya kepada yang muslim, tetapi juga yang beragama lain,” kata Poedji kepada Timor Express Sabtu pekan lalu (2/5) di Kupang.
Bagi Poedji, itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan rasa bersyukur atas terjaganya tenggang rasa antar pemeluk agama di Kupang dan NTT. ”Toleransi di sini sangat terjaga dengan baik,” ujar Poedji yang saat itu didampingi beberapa pengurus K2S lain.
K2S resmi dibentuk pada 8 Februari 1997. Para perantau dari Jawa, kata Poedji, sudah masuk NTT mulai periode 1950-an. Hingga sekarang menyebar di berbagai kota dan kabupaten di provinsi yang beribu kota di Kupang tersebut.
Mengenai jumlah anggota K2S NTT, Poedji maupun Wakil Ketua II K2S Pono kompak mengatakan, sebagian besar tidak ingin formal didata. ”Yang kami data belum sampai lima ribu. Tapi, sebenarnya sudah puluhan ribu orang,” jelas Poedji.
Pono menambahkan, jumlah riil anggota K2S baru diketahui saat ada kegiatan. ”Biasa kalau ada kegiatan semua pada datang kumpul. Itu kelihatan anggota K2S ternyata banyak,” ujarnya.
Salah satu tradisi yang selalu dirayakan besar-besaran setiap tahun adalah 1 Muharam atau tahun baru Islam. Tahun lalu perayaan tersebut dihelat di Soe, sekitar 100 kilometer timur Kupang, dan diikuti ribuan anggota K2S. Tapi, tahun ini, seperti juga berbagai kegiatan khas Ramadan, tradisi tersebut tidak akan bisa digelar lantaran pandemi Covid-19.
Ketua Bidang Kerohanian K2S Provinsi NTT Parlam Anugerah menambahkan, kegiatan sosial yang dilakukan pihaknya bekerja sama dengan Yayasan Suka Sukur. ”Kami membagikan bantuan sembako, pakaian layak pakai dengan sasaran anak yatim piatu, janda, duda, lansia, dan orang-orang kurang mampu yang terdampak Covid-19,” ujarnya.
Kebanyakan pendatang Jawa di NTT bergerak di bidang perdagangan. Pandemi Covid-19 otomatis berdampak besar. ”Dengan berbagi sedekah ini, semoga turut meringankan beban saudara-saudara kami yang terdampak pandemi ini. Juga, semoga bisa memberi nilai sendiri dalam bulan Ramadan tahun ini,” tutur Poedji.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=B-KBX0ecQqU
https://www.youtube.com/watch?v=DGOLx3aTY6g
https://www.youtube.com/watch?v=xzG3Tuhs3Bk

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
