Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 April 2022 | 17.29 WIB

Tak Sempat Baca Alquran di Malam Nuzulul Quran, Baca Surat Ini

Ilustrasi membaca Alquran. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi membaca Alquran. Dok. JawaPos

JawaPos.com–Malam Nuzulul Quran jatuh pada Senin (18/4) malam. Nuzulul Quran diperingati sebagai peristiwa turun wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.

Peristiwa ini ditandai dengan turunnya ayat pertama Alquran. Yakni Surat Al Alaq ayat 1–5. Berikut isi surat Al-Alaq

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ

iqra` bismi rabbikallażī khalaq

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ

khalaqal-insāna min 'alaq

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ

iqra` wa rabbukal-akram

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ

allażī 'allama bil-qalam

Yang mengajar (manusia) dengan pena.

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

'allamal-insāna mā lam ya'lam

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

 

Beberapa amalan bisa dilakukan pada malam yang jatuh pada malam ke-17 Ramadan. Salah satunya adalah membaca Alquran. Namun bagaimana bila tak sempat membaca Alquran?

Ketua Dharma Wanita Persatuan Zulfatul Mufidah mengatakan bahwa umat muslim cukup membaca 1 surat Alquran ini.

”Surat Al Fatihah ini dikenal sebagai Ummul Quran atau ibunya Alquran. Mengamalkan surat Al Fatihah luar biasa karena dalam salat pun kita juga membacanya,” kata Zulfatul pada Senin (18/4).

Menurut dia, saat membaca Al Fatihah, seperti sedang berkomunikasi dengan Allah SWT. Sebab dalam bacaan itu, ada permohonan dan ada pemaknaan tentang kehidupan.

”Dalam hadits qudsy, saat membaca surat tersebut, kita sedang berkomunikasi. Bismillahirrahmanirrahim saja kita sudah memuji Allah. Dimensi syukur. Kalau kita pandai bersyukur, ini luar biasa. Allah maha pengasih dan penyayang. Sebab ketika baca bacaan itu, kita berkomunikasi,” papar Zulfatul.

Menurut dia, poin utama dari malam Nuzulul Quran bukan hanya membaca Alquran sebanyak-banyaknya, namun bagaimana meresapi, memaknai, dan memahami ayat-ayatnya.

”Bukan pada baca Quran banyak-banyak tapi bagaimana memaknai dan memahami bacaan itu bukan karena banyak-banyakan. Hadits qudsy, saat baca, Allah menerima bacaan kita dan mendengarkan kita. Harus pelan dan diresapi,” tutur Zulfatul.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore