
JULIA Summit APAC 2026 yang digelar di Nusa Dua, Bali, Sabtu (18/7)/(Istimewa).
JawaPos.com – Perkembangan regenerative aesthetics menjadi salah satu fokus dalam dunia kedokteran estetika. Pendekatan yang mengedepankan regenerasi kulit berbasis bukti ilmiah dinilai semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya kebutuhan akan perawatan dengan hasil yang lebih alami dan berkelanjutan.
Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam JULIA Summit APAC 2026 yang digelar di Nusa Dua, Bali, Sabtu (18/7). Forum ilmiah tersebut mempertemukan dokter estetika dari Indonesia dan sejumlah negara Asia Pasifik untuk membahas perkembangan bukti ilmiah, pengalaman klinis, serta standar penggunaan teknologi regeneratif.
Salah satu materi yang dibahas adalah penggunaan Juvelook, produk berbasis kombinasi Poly-D,L-Lactic Acid (PDLLA) dan Hyaluronic Acid (HA) yang digunakan dalam praktik regenerative aesthetics.
Sejumlah pembicara internasional hadir dalam forum tersebut, antara lain Dr. Edmond Lau dan Dr. Nazelia Thibroni dari Malaysia, Dr. Chidchon Plae Sakjirapapong dari Thailand, serta dr. Inneke Jane Hidajat dan dr. Henry Tanojo dari Indonesia. Mereka memaparkan perkembangan clinical evidence dan pengalaman penerapan teknologi tersebut di masing-masing negara.
"Perkembangan regenerative aesthetics membutuhkan pemahaman yang lebih komprehensif, bukan hanya mengenai produk, tetapi juga mengenai bagaimana treatment direncanakan dan diterapkan secara tepat sesuai kebutuhan pasien. Melalui forum ilmiah seperti JULIA Summit APAC, dokter dapat terus memperbarui pemahaman terhadap clinical evidence, berbagi pengalaman klinis, serta mendiskusikan pendekatan treatment yang lebih terukur dan konsisten," ujar Dokter dan researcher Juvelook di Indonesia, dr. Henry Tanojo.
Dalam forum tersebut, peserta juga membahas sejumlah aspek teknis, mulai dari penilaian pasien, perencanaan terapi, indikasi klinis, hingga kombinasi terapi berdasarkan kondisi pasien. Selain itu, materi mengenai teknik penggunaan, proses reconstitution, pemilihan lapisan kulit, titik injeksi, serta treatment protocol juga menjadi bagian dari diskusi.
Penyelenggara menyebut pembahasan tersebut bertujuan mendorong penerapan prosedur yang lebih terstandar sehingga hasil klinis dapat lebih konsisten dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pasien.
Forum ini turut dihadiri perwakilan berbagai klinik estetika di Indonesia, termasuk ZAP Clinic, ERHA Clinic, dan Natasha Skin Clinic Center, bersama ratusan dokter dari Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik. Selain menjadi ajang pembaruan ilmu, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar pengalaman klinis dan membangun jejaring profesional di bidang kedokteran estetika.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
