
Ilustrasi penanganan penyakit jantung dengan operasi perbaikan katup jantung yang dilakukan dengan teknik minimal invasif. (Istimewa)
JawaPos.com - Penyakit katup jantung tidak bisa disepelekan namun kabar baiknya, kini penanganannya tidak selalu harus melalui operasi besar. Di Cardiovascular Center Mayapada Hospital, perbaikan katup jantung dapat dilakukan dengan teknik minimal invasif: sayatan kecil, pemulihan cepat, dan hasil yang lebih baik bagi pasien.
Kenali Penyakit Katup Jantung
Masalah katup jantung dapat disebabkan kelainan bawaan, infeksi, atau penyakit degeneratif. Namun penyebab terbanyak adalah penyakit jantung rematik komplikasi dari demam rematik yang merusak katup jantung.
dr. Arinto Bono Adji Hardjosworo, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Subspesialis Jantung Dewasa Konsultan di Mayapada Hospital Tangerang yang telah menuntaskan lebih dari 400 kasus katup jantung dalam dan luar negeri menjelaskan:
"Penyakit jantung rematik diawali dengan infeksi kuman Streptococcus di tenggorokan pada usia anak-anak. Sistem imun yang dibentuk tubuh untuk melawan kuman kemudian menyerang katup jantung yang sebagian strukturnya mirip dengan struktur kuman, sehingga terjadi kerusakan jantung."
Gejala yang Sering Diabaikan
Pasien kerap datang terlambat karena gejalanya mirip penyakit lain. Gejala awal yang umum: sesak napas yang makin parah, gangguan irama jantung, batuk tak kunjung sembuh, perut begah, hingga stroke.
Dr. Bono menjelaskan kondisi di balik gejala tersebut biasanya kalau sudah timbul gejala-gejala seperti itu artinya jantung mulai tidak kuat lagi memompa darah yang cukup untuk tubuh karena katupnya yang bermasalah. "Bisa dua (kemungkinan), katupnya bocor atau menyempit, atau bisa dua-duanya. Nanti kalau sudah seperti itu, nanti akan kita evaluasi derajat keparahannya," kata Dr. Bono.
Evaluasi mencakup pemeriksaan keempat katup jantung untuk menentukan katup mana yang bocor, menyempit, atau keduanya.
Repair atau Replace, Mana yang Lebih Baik?
Menurut dr. Bono, ada dua pendekatan penanganan katup jantung: memperbaiki (repair) atau mengganti (replace). Dr. Bono memilih repair sebagai pilihan utama:
"Karena kalau repair, walau pengerjaannya secara teknis lebih kompleks dibanding mengganti, hasilnya akan lebih baik bagi pasiennya."
Keunggulan Teknik Minimal Invasif
Dr. Bono menjelaskan detail prosedur dan manfaatnya secara langsung,"kalau minimal invasif, sayatannya sekitar 4–5 senti di dada kanan dan tidak memotong tulang, jadi penyembuhannya akan lebih baik, lebih cepat. Yang buat saya senang terutama dari recovery pasiennya, mereka yang menjalankan operasi minimal invasif rata-rata 4 sampai 5 hari sudah pulang dan sudah bisa bekerja dalam 2 minggu."

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
