
Simposium nasional bertema “Stem Cell dan Terapi Regeneratif: Harapan Baru untuk Kedokteran Regeneratif” yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-75 RSPAD. (Istimewa).
JawaPos.com - Di tengah perkembangan ilmu medis modern, terapi regeneratif menjadi salah satu terobosan yang banyak menarik perhatian. Terutama pemanfaatan stem cell (sel punca) yang diyakini mampu membantu tubuh memperbaiki jaringan rusak, mengurangi peradangan, hingga merangsang penyembuhan alami.
Namun, besarnya potensi ini harus diimbangi dengan regulasi ketat agar tidak menimbulkan risiko bagi pasien. PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui Regenic bersama RSPAD Gatot Soebroto resmi menandatangani kerja sama strategis di bidang terapi regeneratif berbasis stem cell. Penandatanganan ini dirangkaikan dengan simposium nasional bertema “Stem Cell dan Terapi Regeneratif: Harapan Baru untuk Kedokteran Regeneratif” yang juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-75 RSPAD.
“Kolaborasi ini adalah komitmen bersama untuk menghadirkan inovasi medis, namun tetap dengan pijakan ilmiah dan regulasi yang ketat,” ujar Presiden Direktur Kalbe Regenic Stem Cell dr. Sandy Qlintang dalam keterangannya, Senin (25/8).
Meski menjanjikan, terapi berbasis stem cell tidak bisa dilakukan sembarangan. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan bahwa prosedur ini bukan jalan pintas. Aturan terbaru BPOM mengharuskan adanya uji pre-klinik dan klinik yang valid, serta pengawasan ketat terhadap mutu, keamanan, hingga distribusi produk. Pelanggaran atas regulasi ini bahkan bisa berujung sanksi pidana hingga 12 tahun penjara atau denda Rp5 miliar.
“Terapi stem cell menjanjikan harapan, tetapi juga menyimpan risiko besar jika tidak dikembangkan dan digunakan secara benar. Kita tidak boleh menggadaikan keselamatan pasien demi sensasi,” tegas Taruna.
Kerja sama antara riset, industri, dan regulator pun menjadi krusial untuk memastikan pengembangan terapi regeneratif berjalan dengan benar. Kolaborasi Kalbe Regenic Stem Cell dan RSPAD Gatot Soebroto diharapkan menjadi contoh bagaimana inovasi medis bisa lahir dengan dasar riset ilmiah, standar keamanan, serta pengawasan resmi dari lembaga berwenang.
“Kami menyambut positif kemitraan antara RSPAD Gatot Soebroto dengan Kalbe Regenic Stem Cell terkait terapi berbasis teknologi stem cell yang inovatif. Kami berharap kolaborasi ini akan memperkuat peran RSPAD Gatot Soebroto dalam memberikan harapan baru untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit degeneratif,” ujar Direktur Pengembangan dan Riset RSPAD Gatot Soebroto, Jonny.
Sebagai rumah sakit pusat riset dan inovasi medis, RSPAD menegaskan perannya dalam mengawal pengembangan terapi regeneratif agar sesuai standar mutu, keselamatan, dan etika kedokteran. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju ekosistem kedokteran regeneratif Indonesia yang lebih aman, terarah, dan bermanfaat luas bagi masyarakat.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
