Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Juni 2023 | 03.15 WIB

Cedera Lutut Akibat Olah Raga Jangan Dianggap Sepele, Simak Cara Tepat Mengatasinya

Ilustrasi: Cedera lutut akibat olah raga. (Sports Medicine Oregon). - Image

Ilustrasi: Cedera lutut akibat olah raga. (Sports Medicine Oregon).

JawaPos.com - Cedera lutut merupakan masalah yang kerap terjadi dalam olah raga. Cedera lutut ini mengintai mereka yang gemar olah raga terutama yang mengharuskan untuk menggunakan pergerakan kaki seperti basket, sepak bola, tenis, dan bulu tangkis.

Terkait dengan cedera lutut, dr. Ricky Edwin P. Hutapea, Sp.OT (K) Hip & Knee, Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, Konsultan Lutut dan Panggul di Eka Hospital BSD menjelaskan, ada beberapa jenis cedera lutut yang sering menyerang atlet atau penggemar olah raga.

"Cedera lutut yang mengintai biasanya keseleo, patah tulang lutut, cedera meniskus, dislokasi lutut dan cedera ACL," jelas dr. Ricky melalui keterangannya.

Lalu, mitos atau fakta, bolehkah jika cedera lutut terjadi, kita melakukan metode pengobatan tradisional seperti urut atau pijat?

Budaya urut merupakan sebuah teknik penanganan yang sudah dilakukan turun temurun di budaya Indonesia. Meski tidak ada yang salah dari proses urut, namun metode ini tidak bisa dilakukan untuk menangani cedera lutut, karena mengurut hanya dapat memperburuk kondisi cedera seperti area bengkak yang bisa semakin membesar hingga jaringan-jaringan ikat yang ada di dalam akan meradang.

"Penanganan pertama cedera lutut bisa diatasi dengan metode RICE, atau Rest, Ice, Compression dan Elevation," lanjut dr. Ricky.

Metode pengobatan ini biasanya dilakukan untuk cedera akut, khususnya cedera jaringan lunak (sprain maupun strain). Metode terapi RICE ini dilakukan secepat mungkin sesaat setelah terjadinya cedera sampai dengan kurang lebih 48 jam setelah cedera terjadi.

Metode RICE juga dapat membantu penyembuhan jaringan setelah mengalami cedera dan mencegah cidera lebih lanjut.

Setelah cedera terjadi, biasanya area periode penyembuhan biasanya memakan waktu 3 - 6 minggu apabila cedera yang dialami bersifat ringan.

Lalu, kapan pasien cedera lutut harus melakukan pemeriksaan ke dokter? Apabila kondisi cedera semakin bertambah parah setelah tiga hari, segera hubungi bantuan medis untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Ada beberapa metode penanganan cedera lutut yang dapat ditawarkan oleh dokter untuk menangani cedera berdasarkan jenis dan penyebabnya. Salah satu metode yang dapat ditawarkan yaitu operasi artroskopi.

Ini merupakan prosedur pembedahan yang digunakan dokter untuk melihat, mendiagnosis, dan menangani masalah di dalam sendi. Metode ini merupakan operasi kecil dan dilakukan secara rawat jalan yang berarti pasien bisa melaksanakan operasi dan pulang pada hari yang sama.

"Metode ini biasanya direkomendasikan untuk pasien yang mengalami peradangan pada sendi, cedera sendi, dan kerusakan sendi seiring waktu. Pasien dapat menjalani artroskopi pada sendi manapun, namun metode ini sering dilakukan pada penanganan sendi lutut," kata dr. Ricky menambahkan.

Saat masa pascaoperasi, pasien akan diminta beristirahat 3 - 6 minggu dan menghindari melakukan aktivitas-aktivitas fisik, namun masih bisa melakukan aktivitas kecil di rumah.

Setelah masa pemulihan pasien selesai, dokter mungkin mereka akan diminta untuk untuk menghindari aktivitas berat seperti berolahraga terlebih dahulu dan akan direkomendasikan mengikuti terapi lebih lanjut seperti rehabilitasi medik untuk mendapatkan kembali fungsi lututnya secara perlahan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore