
Ilustrasi: penggunaan mestrual cup tak ada hubungannya dengan keperawanan.
JawaPos.com - Memasukkan sesuatu pada vagina memang hal yang tabu. Bahkan, dianggap bisa merusak selaput dara yang sering dihubungkan dengan keperawanan. Padahal cara memakai menstrual cup adalah memasukkan ke dalam liang vagina. Hal ini untuk menampung cairan menstruasi tersebut.
Menurut dokter Gynecologist, dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG, menstrual cup ini secara prinsip aman terutama bagi orang masih perawan.
"Liang vagina adalah otot yang lentur dan elastis dan cup didesain dengan berbagai ukuran sehingga bisa digunakan sejak pertama kali mendapat menstruasi," kata dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG, Gynecologist, ketika dihubungi oleh JawaPos.com, Jumat (1/3).
Namun, tentu saja di tanah air, hal ini masih menjadi isu yang sensitif. Sebab, memasukkan alat apapun ke dalam liang vagina dianggap sesuatu yang tabu dan dapat merusak keperawanan. Berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), perawan artinya seseorang yang belum pernah berhubungan seksual.
Secara fisik pun sulit mengetahui apakah seseorang benar-benar belum berhubungan seksual. Tetapi, keperawanan dikaitkan dengan selaput dara (hymen).
Hymen adalah jaringan mukosa yang tipis mengelilingi seluruh atau sebagian liang vagina luar. Dia tidak memiliki fungsi yang spesifik. Hymen dapat robek pada pertama kali hubungan seksual, mungkin mengeluarkan darah atau rasa tidak nyaman.
Namun, ternyata Hymen dapat juga teregang atau robek karena hal lain seperti penyakit, kecelakaan, pemeriksaan medis, masturbasi, atau aktifitas fisik. Oleh karenanya, hymen belum menjadi indikator yang kuat dari status keperawanan, walau pada sebagian budaya masih dipertimbangkan dan masih adanya tes keperawanan.
Luka kecil pada hymen dapat sembuh sempurna. Rusaknya hymen dapat diperbaiki dengan operasi hymenorrafi. Hymen memiliki sifat yang elastis, maka jika memasukkan menstrual cup secara hati-hati tidak akan melukai selaput dara.
"Keperawanan hanya dikaitkan dengan melakukan hubungan seksual, sehingga jika pun terluka selaput dara akibat cup atau tampon sebetulnya tidak merubah status keperawanan," tambah Riyana Kadarsari.
Hanya saja, lanjutnya, pemilihan produk kewanitaan seharusnya bukan sekedar berdasarkan keperawanan tetapi karena kebutuhan dan kenyamanan. Setiap perempuan berhak menggunakan produk kewanitaan yang dirasa paling nyaman baginya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
