
Para narasumber dalam diskusi bersama para penyintas kanker dengan topik Doctor-Patients Communication in Palliatiave Cancer Care.
JawaPos.com - Pasien kanker tentu membutuhkan dorongan semangat dari siapa saja. Salah satu keadaan tak nyaman yang dirasakan adalah rasa nyeri. Teknologi dan penelitian inovasi medis pun terus berkembang. Kini ada metode paliatif yang sedang dikembangkan.
Seiring dengan meningkatnya insiden kanker di dunia, Yayasan Kanker Indonesia Pusat bekerja sama dengan ROICAM menyelenggarakan Talkshow untuk para Penyintas (survivors) dengan topik Doctor-Patients Communication in Palliatiave Cancer Care. Paliatif merupakan jenis perawatan yang belum banyak dikenal di masyarakat. Paliatif berasal dari kata palliate yang berarti mengurangi keparahan tanpa menghilangkan penyebab.
"Sehingga dapat dikatakan bahwa upaya paliatif merupakan suatu cara untuk meringankan atau mengurangi penderitaan," kata Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP dalam konferensi pers, Jumat (24/8).
Menurut dr. Aru, perawatan paliatif sekarang sudah menjadi bagian integral dari pendekatan terapetik terhadap pasien tidak menular seperti kanker. Perawatan paliatif membantu seorang penderita kanker untuk hidup lebih nyaman sehingga memiliki kualitas hidup yang lebih baik sebagai kebutuhan manusiawi.
"Hak asasi bagi penderita penyakit yang sulit disembuhkan atau sudah berada pada stadium lanjut. Sehingga rasa nyeri adalah yang sering terjadi," jelasnya.
Pengenalan perawatan paliatif pasien kanker penting untuk terus dilakukan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat. Perawatan paliatif dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, namun juga bagi keluarganya yang berhadapan langsung dengan penyakit tersebut, baik secara fisik, psikososial ataupun spiritual.
"Sebab selain pasien harus siap, keluarga pasien kanker juga harus siap memberikan dukungan," katanya.
Yayasan Kanker Indonesia telah mengadakan program perawatan paliatif di rumah sejak tahun 1995 yang berlokasi di Yayasan Kanker Indonesia Lebak Bulus, Jakarta. Mereka melatih perawatan paliatif untuk pasien kanker dan keluarganya melakukan perawatan di rumah. Bagaimana menghadapi nyeri, bagaimana ketika sudah terjadi penyebaran, bagaimana dengan pola makan dan pola tidur, berbaring, duduk, hingga kebutuhan toilet pasien.
Terkait dengan hal tersebut, Yayasan Kanker Indonesia terus melakukan pengembangan program perawatan paliatif di Indonesia. Sepanjang tahun 2017, YKI telah melaksanakan kegiatan pelatihan di beberapa cabang YKI, yakni Kupang, Palembang, Makassar dan Bandung. Sedangkan di tahun 2018 YKI berencana melaksanakan kegiatan pelatihan di Semarang, Jakarta, Samarinda, Bandung, Yogyakarta, Solo, Padang, dan Lampung.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jumlah pengidap kanker tiap tahun bertambah 7 juta orang. Dua per tiga di antaranya berada di negara-negara yang sedang berkembang. Di Indonesia, kanker menjadi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Tiap tahun diperkirakan terdapat 100 kasus baru per 100 ribu penduduk. Ini berarti dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia, ada 240 ribu pengidap kanker baru setiap tahunnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
