
Gaya hidup dan faktor psikis bisa sebabkan impotensi pada pria
JawaPos.com - Tak disangka gaya hidup pria yang buruk akan berdampak pada disfungsi ereksi atau impotensi. Namun, faktor psikis juga bisa jadi penyebab impotensi. Impotensi merupakan ketidakmampuan pria untuk ereksi.
Impotensi sendiri tentu bisa mengurangi rasa percaya diri pria. Terlebih dalam berhubungan dengan pasangan. Dilansir dari healthy guide, Senin (19/3), ada beberapa penyebab impotensi yang paling umum dialami banyak pria di dunia ini.
1. Depresi
Ini adalah penyebab utama dari disfungsi ereksi. Ingat bahwa otak adalah zona erotis dan semua hasrat seksual mulai di kepala. Jadi, depresi bisa mengurangi keinginan dan malah menyebabkan disfungsi ereksi. Selain itu, banyak obat yang digunakan untuk mengobati gejala depresi juga dapat membahayakan gairah seks, sehingga sulit untuk mempertahankan ereksi. Selain itu, obat ini bisa menyebabkan keterlambatan orgasme.
2. Stres
Stres memiliki efek negatif pada banyak bagian tubuh. Oleh karena itu, pria harus belajar cara untuk bersantai dan membuat beberapa perubahan gaya hidup seperti cukup tidur, bernafas dalam, dan berolahraga secara teratur.
3. Kecemasan
Kecemasan dari keseharian juga bisa menyebabkan impotensi. Kekhawatiran ini dapat membuat pria menghindari keintiman.
4. Alkohol
Sebenarnya, minuman keras bisa menyebabkan impotensi dengan cara mengacaukan kadar hormon dan menyebabkan kerusakan saraf. Namun disisi lain konsusmi, minum dalam porsi sedang mungkin menawarkan beberapa manfaat kesehatan, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung yang berhubungan dengan disfungsi ereksi.
5. Merokok
Merokok dapat menyebabkan penyakit pembuluh darah serta masalah kesehatan lainnya, yang mungkin menyebabkan disfungsi ereksi. Oleh karena itu, ingatlah bahwa tembakau adalah salah satu penyebab impotensi utama. Menurut sebuah penelitian, sebagian besar orang dengan masalah impotensi ini memang merokok atau memiliki riwayat merokok.
6. Testosteron Rendah
Testosteron adalah hormon. Jenis hormon ini melakukan beberapa peran fisiologis, termasuk mempertahankan kekuatan otot, massa otot, distribusi lemak, kepadatan tulang, produksi sperma serta mengatur dorongan seks. Tingkat testosteron tertinggi pada masa remaja dan awal masa dewasa. Kebanyakan pria memiliki kadar testosteron lebih rendah saat mencapai usia 40 tahun. Sebenarnya pengurangan ini tidak menimbulkan efek berbahaya.
7. Efek Penuaan

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
