Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Juli 2017 | 00.15 WIB

Pernahkah Minum Obat Justru Tambah Sakit? Ini Enam Alasannya

ILUSTRASI OBAT (pixabay) - Image

ILUSTRASI OBAT (pixabay)

JawaPos.com – Setiap orang percaya minum obat dapat membuat kondisi tubuh yang sakit jauh lebih baik. Akan tetapi ada pula seseorang yang sudah minum obat tapi merasa obat tersebut tidak bekerja atau tidak memberikan efek positif.  Bahkan, lama-lama obat tersebut justru membuat tubuh lebih sakit dan tambah tidak enak badan.


Dalam keterangan tertulis hellosehat.com, ada enam alasan mengapa obat tidak berfungsi maksimal pada tubuh atau bahkan berdampak lebih buruk. Kondisi seperti itu mungkin saja terjadi. Tidak banyak yang tahu memang kalau obat yang diminum bisa saja membuat seseorang justru semakin sakit. Itu sebabnya, untuk memastikan bahwa obat-obatan yang dikonsumsi bekerja dengan aman dan efektif, maka harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kemanjuran obat tersebut.


Resep obat baru


Efek samping dari obat-obatan memang bisa terjadi kapan saja. Namun, kemungkinan akan lebih besar terjadi saat seseorang mencoba obat baru atau pun mengganti dosis dari obat yang sebelumnya dikonsumsi. Itu sebabnya, sebelum minum obat, sebaiknya harus menanyakan dulu efek samping yang ditimbulkan kepada dokter ataupun apoteker. Pasalnya, obat seperti antibiotik ada yang menyebabkan mual-mual yang ditimbulkan tidak serius dan masih bisa ditangani.


Beberapa obat lainnya juga akan memberikan efek samping yang mungkin berlangsung lama. Misalnya, obat tekanan darah yang bisa menyebabkan batuk-batuk. Bahkan, beberapa efek samping yang serius juga terkadang muncul seperti adanya darah dalam urin atau tinja, sesak napas, penglihatan kabur, atau sakit kepala yang hebat. Jika ini terjadi, segera berkonsultasi ke dokter.


Minum obat lain


Meskipun obat yang dijual bebas di pasaran tidak memerlukan resep dokter, namun obat jenis tersebut tetap bisa menyebabkan efek samping. Tidak hanya itu, jenis obat ini pun sangat mungkin berinteraksi apabila seseorang mengonsumsi obat bebas bersamaan dengan obat resep dokter.


Obat bebas yang paling umum digunakan seperti acetaminophen, ibuprofen, dan aspirin dapat menyebabkan efek samping terutama pada orang tua. Jika seseorang menggunakan obat tiroid, maka perlu menghindari obat flu tertentu. Pasalnya, kandungan pseudoephedrine dan dekongestan membuat seseorang mengantuk dan akan mengganggu kinerja obat tiroid.


Faktor usia


Penuaan adalah salah satu faktor yang berperan penting dalam mengubah efektivitas obat. Pasalnya, penuaan telah dikaitkan dengan penurunan berbagai fungsi organ tubuh dalam seperti ginjal, yang dapat menyebabkan proses pembuangan obat dari tubuh terlalu lama sehingga paparan obat pada tubuh menjadi lebih lama. Itu sebabnya, beberapa obat tertentu yang memiliki risiko tinggi tidak disarankan untuk diresepkan kepada orang-orang yang berusia lebih dari 65 tahun.


Makanan


Minum segelas jus jeruk bali merah (grapefruit) atau menikmati semangkuk salad sayur memang terdengar hal yang sehat dan tidak berbahaya. Namun beberapa makanan sehat yang mungkin biasa dikonsumsi saat diet dapat menyebabkan interaksi serius dengan obat-obatan tertentu. Misalnya, jika minum segelas jus jeruk bali kemudian setelahnya minum obat statin (salah satu jenis obat untuk menurunkan kolesterol dalam darah) efeknya dapat melemahkan otot dan menyebabkan kerusakan ginjal. Tidak hanya itu, jika mengonsumsi sayuran hijau yang kaya akan vitamin K seperti kol bisa mengganggu kinerja obat warfarin dalam mencegah pembekuan darah.


Minum dua obat dengan efek samping yang sama


Efek samping dari obat terkadang bisa bersifat aditif. Artinya mengonsumsi dua atau lebih obat dengan efek samping yang sama akan meningkatkan efek samping tersebut dua kali lipat atau malah membuat gejala menjadi lebih buruk. Misalnya, seseorang minum obat penenang lebih dari satu seperti opioid, pelemas otot, obat anti-cemas, antihistamin, atau obat tidur. Efek yang ditimbulkan bukannya membuat lebih tenang, justru akan membuat seseorang mengalami kelelahan dua kali lipat.


Suplemen atau obat herbal

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore