
Ilustrasi
JawaPos.com - Kaum hawa usia lanjut paling rentan diserang penyakit jantung. Hal itu karena hormon yang menangkal penyakit ini sudah habis saat menopause. Serangan jantung pada wanita hampir sama dengan pria namun lebih rumit.
Hal itu diungkapkan Ahli Kesehatan dan Pakar Penyakit Kardiovaskular dari Klinik Mayo, Minnesota, Amerika Serikat dr Rekha Mankad seperti dilansir Huffington Post, Senin (1/5).
Gejalanya cenderung ambigu dan tak terasa sebelumnya. Ada banyak faktor pemicu penyakit jantung, karena itu kenali terlebih dahulu. Misalnya kolesterol, hipertensi, diabetes, genetik, dan merokok.
Penyakit jantung di AS adalah penyakit paling mematikan bagi pria maupun wanita. Tahun 2016, penelitian menyebutkan angka kematian akibat penyakit jantung pada wanita lebih tinggi ketimbang pria.
Dengan angka ini, sangat penting untuk mengetahui gejala serangan jantung. Banyak wanita yang mengalami gejala khas serangan jantung seperti nyeri dada, rasa sakit menyebar ke satu tangan, mual dan muntah. Wanita yang mengalami serangan jantung bisa mengalami semua gejala ini. Namun gejala ini bisa tak muncul pada pria.
Misalnya, nyeri dada merupakan gejala serangan jantung yang umum pada wanita, namun seringkali bukan gejala yang dominan atau satu-satunya gejala. Nyeri dada pada wanita biasanya tidak seberat nyeri dada pada pria. Seringkali nyeri dada bisa disertai gejala lain, seperti sesak napas, letih dan mual. Selain itu, rasa sakitnya mungkin tidak hanya di dada, tapi di punggung, bahu atau leher juga.
Tidak ada penjelasan yang jelas mengapa gejala serangan jantung tampak berbeda pada wanita dibandingkan dengan pria. Beberapa faktor mungkin berperan. Kemungkinan, pada wanita, pembuluh darahnya lebih kecil daripada pada pria. Tapi faktor ini belum diketahui secara pasti.
Penyebab lain, seorang wanita yang merokok berisiko lebih besar terkena penyakit jantung daripada pria yang merokok. Begitu juga seperti wanita yang menderita diabetes. Wanita yang memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan, atau preeklampsia berisiko tinggi di kemudian hari untuk terkena penyakit jantung. Setelah menopause, saat kadar estrogen turun, tingkat penyakit jantung pada wanita naik secara drastis.
Kemudian perhatikan riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Karena itu, jangan abaikan gejalanya, segera berobat ke dokter. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
