
Pakar Kesehatan FIK UI Agung Waluyo
JawaPos.com – Di Hari Kanker Tulang Sedunia pada 1 April, para remaja diimbau untuk waspada dengan isu kesehatan khususnya kanker tulang. Kanker menjadi penyakit yang mematikan. Sel kanker bisa timbul di setiap bagian tubuh termasuk tulang.
Pertumbuhan tulang remaja begitu cepat karena memang sedang masa pertumbuhan. Saat anak memiliki bakat sel kanker kemudian terjadi benturan, maka bisa menjadi pemicu terjadinya kanker tulang.
Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agung Waluyo menjelaskan kanker pada umumnya memang tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun pada kasus kanker tulang, kebanyakan pasien yang dirawat adalah usia remaja.
“Kalau dilihat, pasien-pasien dirawat dengan kanker tulang kebanyakan masih remaja. Jarang orang tua atau anak kecil,” kata pria yang ahli di bidang Keperawatan Medikal Bedah ini, Kamis (6/4).
Agung mengungkapkan pengalamannya saat merawat dua pasien kanker tulang. Keduanya masih usia remaja. Dua-duanya terkena kanker karena habis bermain bola dan mengalami benturan keras.
“Dua-duanya habis mengejar bola. Dengkulnya beradu dengan dengkul temannya, setelah itu enggak berasa apa-apa. Namun keesokan harinya terasa sakitnya enggak hilang, setelah seminggu atau sebulan kemudian lalu ututnyamen jadi bengkak,” papar Agung.
Tentu saat itu tak pernah terpikirkan bahwa kedua anak tersebut terkena kanker tulang. Maka orang tua biasanya membawa anak yang cedera dengan pengobatan tradisional tukang urut.
“Dipikir karena efek trauma akibat tabrakan dengkul. Kebetulan dua-duanya diurut, setelah itu makin membesar. Tak terpikir menderita kanker tulang, maka dibiarkan saja seminggu dua minggu hingga sebulan, dipikir itu bengkak akibat habis main bola,” katanya.
Setelah sebulan tak kunjung sembuh, lalu pasien dibawa ke dokter untuk melakukan serangkaian pemeriksaan. Akhirnya sang pasien divonis menderita kanker tulang.
“Jadi benturan itu hanya stimulus, tapi di diri anak ini memang ada kecenderungan sel tulang itu mengalami perubahan genetik menjadi ganas yang sampai sekarang penyebabnya itu tak diketahui. Dan bukan pula karena keturunan serta tidak menular,” kata Agung. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
