Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Januari 2018 | 17.50 WIB

Orang Tua Wajib Tahu! Ini Batas Minimal Vaksinasi Difteri

Ilustrasi gejala penyakit Difteri - Image

Ilustrasi gejala penyakit Difteri

JawaPos.com – Banyak orang tua lupa atau lalai mengenai jadwal imunisasi buah hati mereka. Khususnya untuk mendapatkan vaksinasi menangkal kuman difteri. Jangan sampai, karena anak lupa diimunisasi atau tak lengkap jumlahnya, mereka terancam penyakit mematikan itu di saat dewasa.


Karena itu, Kementerian Kesehatan akan melanjutkan program ORI (outbreak response immunization) tahun ini. Mereka yang bukan pasien difteri, harus dilindungi dengan tambahan suntikan 3 kali walaupun imunisasinya sudah lengkap. Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Soedjatmiko, menjelaskan sebelum masuk sekolah, anak semestinya sudah mendapatkan imunisasi difteri minimal 4 kali.


“Semua orang tua mengatakan imunisasinya lengkap, tapi kalau kita cek ternyata belum. Imunisasi yang lengkap jika sampai umur 2 tahun DPT itu harus 4 kali. Pokoknya divaksin dengan yang ada huruf D nya itu,” tegasnya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika baru-baru ini.


Orang tua belum memahami jenis vaksin yang diberikan pada anaknya. Misalnya mereka hanya mengetahui vaksin hepatitis, BCG, polio. Jikapun mengetahui soal vaksin DPT, tetapi orang tua belum memahami berapa kali batas minimal anak divaksin.


“Padahal yang mengandung vaksin D-nya harus 4 kali. Sebelum masuk SD harus 4 kali,” jelasnya.


Kemudian saat di sekolah, siswa kelas 1,2,3 mendapat vaksin difteri. Sehingga, sebelum siswa lulus SD mendapat tambahan vaksin tiga kali. Hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran kuman difteri agar tak membuat daerah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).


“Gerakan imunisasi harus luar biasa. Cakupannya harus luas karena penyakit difteri cepat menyebar. Di wilayah dengan kantong-kantong cakupan yang rendah, maka kuman akan cepat tertular,” jelasnya. 


Lalu, apakah orang dewasa perlu divaksin? Soedjatmiko menegaskan orang dewasa perlu divaksin minimal 1 kali. Apalagi bagi mereka yang lahir sebelum tahun 1978 di mana usia saat ini adalah 40 tahun.


“Maka dianjurkan 3 kali pemberian sebaiknya secara mandiri. Yakni sekarang, bulan depan dan selanjutnya. Tapi kalau pasien dewasa kontak dengan pasien, imunisasi akan ditanggung gratis,” ujarnya.


Soedjatmiko menegaskan imunisasi wajib diberikan untuk mencegah penularan kuman. Vaksinasi berbeda dengan ASI ataupun obat herbal. Dia juga meminta masyarakat agar tidak mempercayai hoax seputar vaksin.


“Silahkan jika mau dengan herbal dan ASI, tetapi vaksinasi juga sambil berjalan beriringan,” tutupnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore