
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Premier Surabaya dr. Hans Tandra, MD, PhD, Sp.PD-KEMD, FACE, FACP menjelaskan topik Merdeka dari Diabetes.
JawaPos.com - Penyakit diabetes memang bisa menyebabkan komplikasi. Salah satu komplikasi penyakit diabetes, penderita bisa mengalami luka pada kaki atau Ulkus Diabetikum. Bahkan bisa terancam diamputasi jika lukanya memburuk tak bisa ditangani.
Ulkus Diabetikum merupakan komplikasi yang paling banyak dialami oleh diabetisi. Hal itu terjadi karena adanya gangguan pembuluh darah, neuropati, dan imunopati sehingga mudah infeksi.
Pada penderita diabetes, komplikasi kaki karena neuropati atau kesulitan sirkulasi bisa membuat luka di bagian kaki.
Maka, segera temui dokter jika luka tidak sembuh. Sebab, luka kronik yang dialami pasien menimbulkan ketidakknyamanan yang dapat mempengaruhi kondisi psiologis, spiritual, sosial, dan kultural pasien. Dalam keadaan seperti itu, dukungan keluarga dapat menurunkan gangguan status emosional psikologis.
"Luka pada kaki penderita diabetes itu bisa membuat penderitanya merasa panas dingin karena sudah infeksi. Jika tak bisa ditangani bisa menghitam karena aliran darah terganggu. Harus diamputasi jika sudah merambat ke jari-jari," tegas Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Premier Surabaya dr. Hans Tandra, MD, PhD, Sp.PD-KEMD, FACE, FACP dalam diskusi Gebyar Merdeka, Minggu (26/8).
Kondisi luka pada kaki akan semakin parah ketika aliran darah tak dirawat baik-baik. Kemudian apalagi jika gula darah tak dikontrol.
"Bisa kehilangan kaki dan kehilangan nyawa," tukas dr. Hans.
Maka wajib setiap hari, penderita diabetes harus mencuci bersih kakinya. Kaki wajib dirawat dan jangan sampai terjadi luka lecet.
"Tiap hari cuci. Di lap bersih. Dikasih krim. Diperiksa apa ada luka lecet. Lalu gunting kuku juga harus hati-hati. Tiap hari pakai sepatu dan kaos kaki. Bahkan di rumah pun harus pakai sandal dan kaos kaki. Sayangnya di negara kita banyak yang nyeker," jelasnya.
Dokter Hans pun menegaskan diabetes adalah masalah gaya hidup. Setiap orang wajib mengontrol gula darahnya setiap hari.
"Diabet itu masalah mengendalikan gaya hidup. Tidur larut malam gula darah bisa kacau. Bangun kesiangan juga bisa membuat insulin kacau. Marah-marah pun gula darah naik. Org stres gula darah naik. Masalah diabetes itu luas sekali. Makanya ayo tebar senyum kepada siapapun," katanya tertawa.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
