Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Agustus 2018 | 16.25 WIB

Hindari Amputasi, Begini Cara Rawat Luka Kaki Penderita Diabetes

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Premier Surabaya dr. Hans Tandra, MD, PhD, Sp.PD-KEMD, FACE, FACP menjelaskan topik Merdeka dari Diabetes. - Image

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Premier Surabaya dr. Hans Tandra, MD, PhD, Sp.PD-KEMD, FACE, FACP menjelaskan topik Merdeka dari Diabetes.

JawaPos.com - Penyakit diabetes memang bisa menyebabkan komplikasi. Salah satu komplikasi penyakit diabetes, penderita bisa mengalami luka pada kaki atau Ulkus Diabetikum. Bahkan bisa terancam diamputasi jika lukanya memburuk tak bisa ditangani.


Ulkus Diabetikum merupakan komplikasi yang paling banyak dialami oleh diabetisi. Hal itu terjadi karena adanya gangguan pembuluh darah, neuropati, dan imunopati sehingga mudah infeksi.
Pada penderita diabetes, komplikasi kaki karena neuropati atau kesulitan sirkulasi bisa membuat luka di bagian kaki.


Maka, segera temui dokter jika luka tidak sembuh. Sebab, luka kronik yang dialami pasien menimbulkan ketidakknyamanan yang dapat mempengaruhi kondisi psiologis, spiritual, sosial, dan kultural pasien. Dalam keadaan seperti itu, dukungan keluarga dapat menurunkan gangguan status emosional psikologis.


"Luka pada kaki penderita diabetes itu bisa membuat penderitanya merasa panas dingin karena sudah infeksi. Jika tak bisa ditangani bisa menghitam karena aliran darah terganggu. Harus diamputasi jika sudah merambat ke jari-jari," tegas Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Premier Surabaya dr. Hans Tandra, MD, PhD, Sp.PD-KEMD, FACE, FACP dalam diskusi Gebyar Merdeka, Minggu (26/8).


Kondisi luka pada kaki akan semakin parah ketika aliran darah tak dirawat baik-baik. Kemudian apalagi jika gula darah tak dikontrol.


"Bisa kehilangan kaki dan kehilangan nyawa," tukas dr. Hans.


Maka wajib setiap hari, penderita diabetes harus mencuci bersih kakinya. Kaki wajib dirawat dan jangan sampai terjadi luka lecet.


"Tiap hari cuci. Di lap bersih. Dikasih krim. Diperiksa apa ada luka lecet. Lalu gunting kuku juga harus hati-hati. Tiap hari pakai sepatu dan kaos kaki. Bahkan di rumah pun harus pakai sandal dan kaos kaki. Sayangnya di negara kita banyak yang nyeker," jelasnya.


Dokter Hans pun menegaskan diabetes adalah masalah gaya hidup. Setiap orang wajib mengontrol gula darahnya setiap hari.


"Diabet itu masalah mengendalikan gaya hidup. Tidur larut malam gula darah bisa kacau. Bangun kesiangan juga bisa membuat insulin kacau. Marah-marah pun gula darah naik. Org stres gula darah naik. Masalah diabetes itu luas sekali. Makanya ayo tebar senyum kepada siapapun," katanya tertawa.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore