
Dokter Spesialis Penyakit Jantung, dr. Oktavia Lilyasari, SpJP(K), FIHA memberikan penjelasan soal Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang dialami anak.
JawaPos.com - Banyak orang tua tak memiliki pengetahuan yang cukup terkait Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Sehingga saat anak lahir dengan ciri-ciri penyakit ini, justru membuat orang tua panik tanpa solusi.
Penyakit jantung bawaan muncul sejak anak masih dalam kandungan. Biasanya mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah dan penyaluran oksigen ke seluruh tubuh.
Dokter Spesialis Penyakit Jantung, dr. Oktavia Lilyasari, SpJP(K), FIHA memberi gambaran mengenai Penyakit jantung bawaan (PJB) di Indonesia. Dengan jumlah kelahiran hidup sekitar 4,5 juta per tahun diperkirakan terdapat lebih dari 40 ribu bayi yang lahir dengan PJB.
"Hampir sepertiganya menderita PJB kritis yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan pada hari pertama atau tahun pertama kehidupan," katanya dalam peringatan Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA) baru-baru ini.
Prevalensi ini terus meningkat seiring dengan perkembangan pada diagnosis dan tata laksana penyakit tersebut. Risiko morbiditas dan mortalitas meningkat seiring dengan adanya keterlambatan dalam hal diagnosis ataupun keterlambatan dalam merujuk ke pelayanan kesehatan tersier untuk tata laksana selanjutnyna.
“Kemajuan di bidang ilmu jantung anak dan PJB, serta bedah jantung dalam beberapa dekade terakhir telah menimbulkan perubahan besar pada tata laksana pasien," katanya.
Tindakan pembedahan pada PJB terdiri atas tindakan bedah paliatif dan tindakan bedah koreksi. Tindakan bedah paliatif dilakukan pada pasien PJB yang belum memungkinkan dilakukan reparasi. Bedah reparasi menjadi pilihan utama bila dimungkinkan. Reparasi anatomi atau fisiologis menghasilkan pemisahan sirkulasi sistemik dengan sirkulasi pulmoner.
Seiring dengan perkembangan teknologi, tindakan kateterisasi jantung yang awalnya digunakan sebagai modalitas diagnostik berkembang menjadi teknik intervensi nonbedah. Teknik pencitraan kardiovaskular yang dapat memberikan gambaran pencitraan yang baik akan memungkinkan seleksi pasien praintervensi menjadi lebih baik.
"Data RS Jantung dan pembuluh darah Harapan Kita sebagai pusat rujukan nasional kasus PJB di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan jumlah intervensi bedah ataupun nonbedah kasus PJB,” ungkapnya.
Maka orang tua wajib mengenali ciri-ciri saat bayi terlahir dengan PJB, sehingga buah hati mendapatkan penanganan cepat.
Tubuh Membiru
Pasien datang membiru termasuk mulut atau lidah. Kadang-kadang biru sekali sampai kejang-kejang. Bisa demam faktor pencetusnya, kepanasan, kurang minum, dan diare. Mulai dari mulut lalu ke seluruh badan. Akibat dari pembuluh darahnya tertukar.
Cepat Lelah
Anak dengan penyakit jantung bawaan biasanya mudah capek atau lelah lalu disertai dengan sesak. Kemudian batuk-batuk saat berbaring. Sesak dan batuk bisa menjadi gejala awal terjadi gagal jantung.
Sulit Tumbuh Kembang

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
