
Dokter Spesialis Mata dr. Astrianda N. Suryono, SpM(K) dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) saat menghadiri peluncuran ZEISS UVProtect Clear Lenses, kacamata antisinar UV.
JawaPos.com - Mata adalah organ vital dari pancaindra manusia. Kasus kebutaan di Indonesia memang masih menghantui. Selain faktor genetik dan usia, salah satu kebiasaan buruk yakni terpapar sinar ponsel dan ultraviolet juga membuat masalah kesehatan pada mata.
Dokter Spesialis Mata dr. Astrianda N. Suryono, SpM(K) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menegaskan, kondisi mata masyarakat Indonesia mengalami gangguan kesehatan mata yang cukup tinggi.
"Kalau menatap layar ponsel mata bisa kering dan buram, tapi enggak bikin kanker mata. Itu salah dan memang ada penyebab lain. Dan tidak betul juga jika bisa sampai kejang-kejang," ungkapnya dr. Astrianda dalam peluncuran kacamata antisinar UV, ZEISS UVProtect Clear Lenses, Rabu (19/9).
Maka dia menyebutkan ada lima masalah mata yang paling banyak dihadapi masyarakat Indonesia. Di antaranya, katarak, glaukoma, gangguan refraksi, gangguan retina, dan abnormalitas kornea.
Katarak
Katarak adalah kondisi yang terjadi karena proses penuaan atau degenerasi. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan proses katarak terjadi lebih cepat adalah akibat radiasi sinar UV, terlebih fakta bahwa posisi negara Indonesia terletak tepat di garis khatulistiwa yang menjadikan curah sinar matahari begitu tinggi.
Mata yang tidak terlindungi dapat langsung terpapar sinar matahari, sehingga membutuhkan solusi yang membantu mengeliminasi penyebab utama katarak yang sebetulnya dapat dicegah dan diobati. Menggunakan kacamata dengan perlindungan sinar UV dapat menjadi cara yang paling efektif untuk melindungi mata ketika berada di tempat terbuka dalam waktu lama.
Glaukoma
Glaukoma merusak saraf optik yang menunjang penglihatan mata. Ada dua jenis glaukoma, yaitu glaukoma sudut terbuka primer dan glaukoma sudut tertutup. Keduanya bisa disebabkan oleh faktor usia, keturunan, komplikasi hipertensi pada mata, komplikasi diabetes, hingga penyakit mata tertentu.
Gangguan Refraksi
Masalah refraksi mata adalah gangguan penglihatan yang menyebabkan cahaya masuk tidak terpusat langsung ke retina. Gangguan refraksi seperti rabun dekat, rabun jauh, dan cacat mata tua. Seluruh masalah itu biasanya ditangani dengan alat bantu kacamata.
Gangguan Retina
Gangguan pada bagian retina di dalam mata yang bisa berdampak buruk terhadap penglihatan seseorang. Retina adalah sebuah lapisan jaringan yang terdapat di bagian belakang mata. Organ ini berfungsi menerima cahaya.
Abnormalitas Kornea
Kornea adalah lapisan terluar dari bola mata. Kornea terdiri atas beberapa lapisan sel dan jaringan ikat kolagen yang tersusun sedemikian rupa. Abnormalitas bisa terjadi dengan ukuran yang tidak normal atau bisa dipicu dari penyakit lain seperti diabetes.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
