Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 April 2018 | 19.53 WIB

Kurang Karbohidrat, Mengenal Apa itu Ketosis dan Gejalanya

Umumnya orang mengalami ketosis ketika tidak memiliki persediaan karbohidrat yang cukup untuk dibakar. - Image

Umumnya orang mengalami ketosis ketika tidak memiliki persediaan karbohidrat yang cukup untuk dibakar.

JawaPos.com - Memantau kesehatan tubuh memang tak selalu mudah dilakukan. Salah satunya ketika tubuh mengalami ketosis. Lalu, sebenarnya apa itu ketosis?


Ketosis adalah kondisi liver memproduksi ketone sebagai energi untuk seluruh tubuh. Umumnya orang mengalami ketosis ketika tidak memiliki persediaan karbohidrat yang cukup untuk dibakar. Maka sebagai gantinya tubuh akan membakar cadangan lemak.


Dilansir dari Men's health, Senin (16/4), kondisi ini akan menjadi berbahaya karena tubuh akan menghasilkan senyawa keton berlebihan. Secara umum, penyebab dari ketosis adalah diet yang terlalu ketat, khususnya menghindari karbohidrat. 


Untuk mengetahui tubuh sedang mengalami ketosis atau tidak, ada empat  gejala yang biasanya muncul.


1. Bau Nafas


Salah satu tanda utama ketosis adalah bau nafas. Ketika berada dalam keadaan ini, tubuh akan memecah lemak dan protein untuk energi.


"Pada nafas memiliki bau astringen yang sangat tidak menyenangkan. Ini adalah tanda umum kalau Anda berada dalam ketosis dan Anda membakar protein atau lemak sebagai sumber energi," kata Scott Keatley, R.D., dari Keatley Medical Nutrition Therapy


2. Kelelahan


Ketika pertama kali merasakan ketosis, tubuh menjadi kelelahan akibat tidak memiliki jumlah normal karbohidrat untuk dibakar sebagai energi.



3. Nafsu Makan Menurun


Beberapa tanda seperti bakteri di usus berubah. Bisa juga karena keton mempengaruhi hipotalamus di otak dan menyebabkan pelepasan hormon yang berbeda, membuat Anda kurang lapar dalam prosesnya. Apa pun itu, tidak jarang orang akan mengalami nafsu makan berkurang ketika memasuki ketosis.


4. Menghabiskan Banyak Waktu Di Kamar Mandi
Ketika menjalani diet keto, Anda mulai menggunakan lemak untuk diolah dan kadang tubuh belum siap untuk prosesnya. Ini dapat menyebabkan diare atau gangguan sementara yang disebut steatorrhea, yang menyebabkan kotoran sangat bau. Kondisi ini akan mereda setelah Anda mengurangi diet keto.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore