
Ilustrasi pintu rumah yang dicek berkali-kali oleh penderita OCD. (Freepik)
JawaPos.com - OCD atau Obsessive Compulsive Disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya pikiran atau dorongan berulang yang tidak dapat dikontrol (obsesi), munculnya perilaku tersebut bersifat seperti paksaan (kompulsif) yang bertujuan untuk meredakan kecemasan akibat keinginan tersebut.
OCD bisa dialami oleh siapapun di berbagai rentang usia, namun kondisi ini umumnya mulai terlihat pada usia 7 hingga 17 tahun. Gejala pada OCD bisa berupa rasa takut berlebihan hingga kekhawatiran berulang akan keselamatan diri atau orang lain.
Sementara itu, kompulsi biasanya muncul dalam bentuk kebiasaan seperti mencuci tangan berulang kali, memeriksa pintu atau kompor berkali-kali, menghitung, atau menyusun benda dengan cara tertentu.
Penderitanya biasanya menyadari bahwa pikiran dan tindakannya berlebihan, tetapi merasa kesulitan untuk mengendalikannya. OCD dapat berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan orang yang mengalaminya.
Faktor Penyebab OCD
Penyebab pasti OCD hingga kini belum diketahui, tetapi ada sejumlah faktor yang diyakini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Dikutip dari Alodokter, risiko lebih tinggi bisa terjadi pada mereka yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat OCD.
Orang yang menderita gangguan mental lain seperti gangguan kecemasan, bipolar, depresi, maupun sindrom Tourette juga lebih berisiko terkena OCD. Selain itu, pengalaman traumatis misalnya akibat perundungan, kekerasan fisik atau pelecehan seksual, juga dapat memicu timbulnya OCD.
Orang dengan kepribadian yang sangat disiplin, teliti, dan perfeksionis cenderung lebih rentan. Sama halnya dengan mereka yang pernah mengalami infeksi bakteri Streptococcus yang berkaitan dengan kondisi Pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorders Associated with Streptococcal Infections (PANDAS).
Gejala Umum OCD
Gejala OCD dapat muncul dan menghilang, bisa mereda seiring waktu atau bahkan juga semakin parah. Beberapa pengidap berusaha mencegah timbulnya gejala dengan menghindari situasi yang memicu obsesi, sementara sebagian lainnya memilih mengonsumsi alkohol atau obat penenang untuk meredakan keluhan yang dirasakan.
Dikutip dari Halodoc, gejala OCD yang sering muncul antara lain mencuci tangan berulang kali secara berlebihan, menata atau mengatur sesuatu dengan cara tertentu dan spesifik. Selain itu juga melakukan pengecekan berulang seperti apakah pintu sudah terkunci atau kompor benar-benar sudah dimatikan.
Pengobatan Terhadap Pengidap OCD
Penanganan OCD umumnya bertujuan untuk mengurangi gejala agar penderita bisa kembali beraktivitas dengan lebih nyaman. Lama pengobatan biasanya tergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami. Dikutip dari Alodokter, metode yang bisa digunakan untuk upaya pengobatan OCD melalui terapi perilaku kognitif.
Pada terapi perilaku kognitif, penderita akan dilatih untuk menghadapi situasi yang biasanya mereka hindari. Misalnya, seseorang yang memiliki ketakutan berlebihan terhadap kuman diminta menyentuh tanah, lalu diajarkan cara mengendalikan rasa cemasnya. Terapi ini dapat dilakukan secara perorangan maupun dalam kelompok.
Selain itu, terdapat metode lainnya yaitu dengan pemberian obat antidepresan. Pemberian obat antidepresan biasanya dilakukan jika terapi perilaku kognitif tidak efektif meredakan gejala atau ketika kondisi pasien tergolong cukup berat.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
