Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Maret 2025 | 20.34 WIB

Kim Soo Hyun Dituding NPD karena Skandalnya: Apa Itu NPD dan Bagaimana Ciri-cirinya?

Kim Soo Hyun. (Koreaboo) - Image

Kim Soo Hyun. (Koreaboo)

JawaPos.com - Dalam beberapa hari terakhir, media sosial dihebohkan oleh skandal Kim Soo Hyun. Aktor ternama Korea Selatan itu dikabarkan pernah menjalin hubungan dengan mendiang Kim Sae Ron selama enam tahun, dimulai saat sang aktris berusia 15 tahun.

Namun, agensi Kim Soo Hyun, Gold Medalist, membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa hal itu tidak pernah terjadi.

Akibatnya, warganet ramai menuding Kim Soo Hyun sebagai NPD, menilai dirinya enggan mengakui kesalahan dan terlalu mementingkan diri sendiri.

NPD yang dimaksud merujuk pada Narcissistic Personality Disorder atau gangguan kepribadian narsistik.

Dilansir JawaPos.com dari Mayo Clinic, NPD adalah gangguan mental yang membuat seseorang merasa sangat penting bagi dirinya sendiri. Penderita cenderung mencari perhatian berlebihan dan menginginkan pengakuan dari orang lain, namun di sisi lain, mereka kesulitan memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain.

Di balik kepercayaan diri yang tampak berlebihan, penderita NPD sebenarnya memiliki keraguan terhadap harga diri mereka dan sangat sensitif terhadap kritik, sekecil apa pun.

Gangguan ini lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita dan biasanya mulai berkembang sejak masa remaja atau awal dewasa. Meskipun beberapa anak mungkin menunjukkan sifat narsistik, hal ini umumnya merupakan bagian dari perkembangan usia mereka dan tidak selalu berujung pada NPD.

Orang dengan gangguan kepribadian narsistik biasanya memiliki beberapa ciri berikut:

  • Memiliki rasa penting diri yang sangat tinggi dan membutuhkan kekaguman yang terus-menerus dan berlebihan.
  • Merasa bahwa mereka pantas mendapatkan hak istimewa dan perlakuan khusus.
  • Berharap untuk diakui sebagai orang yang lebih unggul bahkan tanpa prestasi.
  • Membuat prestasi dan bakat mereka tampak lebih besar dari yang sebenarnya.
  • Terobsesi dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kecemerlangan, kecantikan, atau pasangan yang sempurna.
  • Meyakini bahwa mereka lebih unggul dari orang lain dan hanya dapat menghabiskan waktu dengan atau dipahami oleh orang-orang yang sama istimewanya.
  • Bersikap kritis dan memandang rendah orang-orang yang mereka rasa tidak penting.
  • Mengharapkan perlakuan khusus dan mengharapkan orang lain melakukan apa yang mereka inginkan tanpa mempertanyakannya.
  • Memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
  • Tidak mampu atau tidak mau mengenali kebutuhan dan perasaan orang lain.
  • Merasa iri terhadap orang lain dan percaya bahwa orang lain juga iri kepada mereka.
  • Berperilaku arogan, banyak menyombongkan diri, dan terlihat sombong.
  • Bersikeras memiliki yang terbaik dalam segala hal, misalnya, mobil atau kantor terbaik.

(*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore