Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Januari 2024 | 00.21 WIB

Mengenal Apa Itu Emotionally Unavailable dan Cara Mengatasinya, Yuk Simak dan Pahami!

Ilustrasi kondisi emotional unavailable/Freepik.com - Image

Ilustrasi kondisi emotional unavailable/Freepik.com

JawaPos.com – Mengekspresikan emosi menjadi salah satu cara untuk mengenali diri sendiri dan membentuk ikatan emosional yang sehat dengan orang lain.

Namun, terdapat beberapa orang mengalami emotionally unavailable atau kesulitan dalam mengekspresikan diri.

Emotionally unavailable adalah kondisi ketidaksiapan seseorang untuk terlibat secara emosional dengan orang lain.

Mereka akan kesulitan dalam mengekspresikan, mengontrol emosi, dan membangun kedekatan emosional dengan orang lain seperti yang dilansir dari Psikogenesis, Minggu (14/1).

Selain itu, ketidaksiapan emosional juga dapat terlihat dari berbagai perilaku, seperti ekspresi wajah yang tidak ramah, kesulitan dalam mengungkapkan perasaan, dan menghindari topik maupun situasi yang melibatkan emosi.

Mereka tidak hanya kesulitan berbagi emosi, tetapi juga kesusahan dalam menerima emosi dari orang-orang di sekitarnya.

Padahal, keterikatan emosi diri sendiri dengan orang lain merupakan pondasi utama dalam membangun hubungan yang sehat dengan teman, keluarga, maupun pasangan.

Penyebab Emotionally Unavailable

Ketidaksiapan emosional dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Simak ulasannya berikut ini.

  1. Attachment dan Hubungan Anak dengan Orang Tua

Terdapat berbagai penelitian tentang emotionally unavailable yang mayoritas berfokus pada teori attachment dan hubungan anak dengan orang tua pada masa kanak-kanak.

Seorang anak yang tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya, biasanya mereka akan menjadi seorang attachment avoidant atau cenderung lebih mandiri dalam aspek fisik maupun emosional.

Hal itu juga menyebabkan mereka kesulitan dalam membangun hubungan dengan orang lain.

  1. Kesedihan dan Trauma Masa Lalu

Seseorang yang mengalami kesedihan mendalam di masa lalu, seperti perpisahan atau trauma psikologis biasanya lebih rentan dalam menciptakan hubungan baru dengan orang lain.

Hal itu menyebabkan seseorang menjadi lebih tertutup secara emosional. Mereka merasa bahwa menunjukkan emosi dapat menyebabkan rasa sakit dan kesedihan di masa lalu terbuka kembali.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore